RadarBangkalan.id - Juru Bicara Tim Nasional (Jubir Timnas) yang juga merupakan pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yaitu Indra Charismiadji, telah ditahan oleh pihak Kejaksaan Jakarta Timur pada hari Rabu (27/12).
Kabar penahanan ini disampaikan oleh Aziz Yanuar, seorang anggota Tim Hukum Nasional Timnas AMIN. Aziz mengonfirmasi bahwa Indra ditangkap terkait masalah pajak.
Informasinya begitu (ditangkap oleh kejaksaan) terkait pajak, ujar Aziz ketika dihubungi pada hari Rabu (27/12).
Dia juga menyatakan bahwa kabarnya Indra ditahan karena diduga menerima uang hasil penggelapan pajak dari salah satu perusahaan.
Aziz menjelaskan lebih lanjut, Perusahaan yang diduga melakukan penggelapan pajak ternyata melakukan pembayaran kepada Indra.
Indra Charismiadji, yang merupakan calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem, saat ini berada dalam status tahanan kejaksaan.
Namun, siapakah sosok Indra Charismiadji yang diangkat menjadi Jubir Timnas AMIN? Menurut informasi dari situs web resmi Indra Charismiadji, pria ini lahir dalam lingkungan keluarga pendidik, yang memicu minatnya dalam dunia pendidikan.
Hal ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa dia memilih terjun sepenuhnya ke dalam dunia pendidikan.
Indra Charismiadji dikenal sebagai sosok yang dipercaya untuk memberikan komentar mengenai isu-isu terkait dunia pendidikan di Indonesia sebagai seorang pengamat.
Dilahirkan di Bandung pada 9 Maret 1976, Indra juga merupakan Direktur Eksekutif Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS).
Dari segi pendidikan, Indra menyelesaikan studinya di University of Toledo, negara bagian Ohio, Amerika Serikat, dengan gelar ganda di bidang keuangan dan pemasaran untuk jenjang strata satu.
Setelah itu, dia melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Dana University, Ottawa Lake, negara bagian Michigan, Amerika Serikat.
Dengan pengalaman kerja di beberapa perusahaan tingkat dunia di Amerika Serikat seperti Merril Lynch, Omnicare, dan Dana Corporation, Indra memutuskan untuk kembali ke tanah air pada tahun 2002.
Keputusannya tersebut membawanya untuk berperan aktif dalam pengembangan mutu pendidikan di Indonesia.
Kiprahnya di Indonesia dimulai dengan memperkenalkan CALL (Computer-Assisted Language Learning) atau pembelajaran bahasa dengan bantuan komputer untuk pertama kalinya di berbagai lembaga pendidikan.
Setelah berhasil mengimplementasikan CALL di ribuan institusi pendidikan, kepakaran Indra Charismiadji dalam bidang teknologi pendidikan dan pembelajaran abad 21 semakin sering dicari untuk memberikan pandangan dan pendapatnya oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan pendidikan, sekolah, dan korporasi di sektor pendidikan.
Saat ini, Indra Charismiadji lebih dikenal sebagai seorang pemerhati dan praktisi pendidikan dengan spesialisasi di Pembelajaran Abad 21 atau Edukasi 4.0.
Wajah, suara, dan pemikiran Indra sering muncul di layar televisi nasional, televisi lokal, radio, media cetak, serta media elektronik yang membahas isu dan kebijakan pendidikan.
Prestasi beliau dalam membangun sektor pendidikan Indonesia bahkan memperoleh penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) pada tahun 2018.
Pada tahun 2019, Caleg DPR RI dari NasDem ini beralih dari lingkungan korporasi yang berorientasi pada laba menjadi pimpinan sebuah organisasi nirlaba dalam bidang pendidikan, yaitu Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS), dengan jabatan sebagai Direktur Eksekutif. ***