News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Cuaca Ekstrem Mengancam Jawa Timur ! Penyebab, Dampak, dan Langkah Antisipasinya

Azril Arham • 2024-12-19 19:42:31
Ilustrasi Cuaca Ekstrem
Ilustrasi Cuaca Ekstrem

RadarBangkalan.id - Cuaca ekstrem bakal menghampiri wilayah Jawa Timur, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur.

Beberapa fenomena atmosfer disebut sebagai pemicu utama cuaca ekstrem ini.

Cuaca ekstrem di Jawa Timur kali ini didorong oleh anomali iklim global, termasuk fenomena La Nina yang memicu pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

La Nina ini meningkatkan pembentukan awan hujan, sehingga curah hujan di Jawa Timur meningkat drastis, menambah risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Selain itu, beberapa fenomena atmosfer lainnya, seperti Monsoon Asia, gelombang MJO, serta gelombang Kelvin dan Rossby ekuator, turut memperburuk kondisi.

Suhu muka laut yang semakin hangat memicu sirkulasi siklonik, yang berujung pada angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan deras di sejumlah wilayah.

"Intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan pada 21 Desember, menurun sementara pada 22-23 Desember, dan kembali meningkat pada 24 Desember," jelas Dwikorita.

 

BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang akan melanda beberapa kabupaten di Jawa Timur selama tujuh hari ke depan. Berikut daerah yang perlu waspada:

- Bangkalan
- Bondowoso
- Gresik
- Banyuwangi

Cuaca ekstrem ini diperkirakan mencapai puncaknya pada 21 Desember 2024, dengan kondisi yang hampir merata di berbagai wilayah.

 

BMKG, bersama BNPB dan Kementerian PUPR, telah memetakan wilayah rawan bencana di Jawa Timur dengan menggunakan overlay data untuk mengidentifikasi zona rentan bencana secara akurat.

Langkah ini membantu persiapan mitigasi, termasuk potensi banjir dan longsor.

Sebagai upaya pengendalian, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk mengatur curah hujan selama puncak musim hujan.

Selain itu, BMKG mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Info BMKG untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca hingga enam hari ke depan.

"Dengan aplikasi Info BMKG, masyarakat bisa mengetahui kondisi curah hujan, suhu, kecepatan angin, dan kelembaban udara di tingkat kecamatan, sehingga dapat melakukan antisipasi dini," ujar Dwikorita.

Tetap pantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG dan media terpercaya. Jika berada di daerah rawan, siapkan langkah antisipasi seperti mengamankan barang-barang penting dan memastikan akses ke tempat evakuasi. ***

Editor : Azril Arham
#iklim #bmkg #cuaca #cuaca ekstrem #jawa timur