News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hitung Mundur Puasa 2026, Tinggal Berapa Hari Lagi Menuju 1 Ramadhan 1447 H

Ubaidillah • Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:55 WIB
Membaca kalender Kemenag dan Muhammadiyah menunjukkan perbedaan awal puasa 2026. Ketahui tanggal pastinya agar ibadah lancar.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Membaca kalender Kemenag dan Muhammadiyah menunjukkan perbedaan awal puasa 2026. Ketahui tanggal pastinya agar ibadah lancar.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

RadarBangkalan.id - Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, awal puasa diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

Baca Juga: Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026, Ini Versi Muhammadiyah dan Kementerian Agama

Informasi mengenai kapan puasa 2026 dimulai menjadi penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, sekaligus melunasi utang puasa tahun sebelumnya.

Berikut rangkuman prediksi awal Ramadhan, potensi perbedaan penetapan, serta hitung mundur menuju hari pertama puasa.

Prediksi Awal Ramadhan 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.

Baca Juga: Warga Tangerang Panik, Sirine Pintu Air Neglasari Tanda Sungai Cisadane Naik

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang dirilis Oktober 2025.

Dalam maklumat tersebut, 1 Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara itu, pemerintah Indonesia hingga kini belum menetapkan secara resmi awal puasa 2026. Penetapan resmi akan dilakukan melalui Sidang Isbat yang digelar menjelang akhir bulan Syaban.

Baca Juga: Zul Zivilia Bersyukur Istri Tetap Setia Menanti Selama Jalani Vonis 18 Tahun

Dalam kalender Hijriah 2026 versi Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga: Sosok Farida Nurhan, YouTuber Kuliner yang Sukses Raup Miliaran Rupiah

Alasan Potensi Perbedaan Awal Puasa

Perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah kerap terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah.

Baca Juga: Xiaomi Resmi Rilis Redmi Note 15 Series di Indonesia, Hadirkan 4 Model Tangguh

Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal. Selama posisi bulan sudah berada di atas ufuk, maka bulan baru dianggap telah masuk.

Pemerintah bersama Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang dipadukan dengan hisab, mengacu pada kriteria MABIMS.

Dalam kriteria ini, hilal dinyatakan sah apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Jika posisi bulan sudah positif menurut hisab Muhammadiyah tetapi belum memenuhi kriteria MABIMS, maka Muhammadiyah akan memulai puasa lebih awal dibanding pemerintah.

Hitung Mundur Puasa 2026

Jika mengacu pada penetapan Muhammadiyah, awal puasa jatuh pada 18 Februari 2026. Dari Sabtu, 24 Januari 2026, waktu menuju Ramadhan tersisa sekitar 25 hari.

Baca Juga: Demo Berdarah Iran: Pemerintah Klaim 3.117 Tewas, LSM Sebut Bisa Capai 25 Ribu

Dalam hitungan minggu, puasa 2026 tinggal sekitar 3 minggu 4 hari lagi.

Sisa waktu ini menjadi masa persiapan dari bulan Rajab dan Sya’ban menuju Ramadhan. Banyak umat Islam memanfaatkannya untuk memperbanyak amalan sunnah sekaligus melunasi utang puasa.

Niat Qadha Puasa dan Batas Waktu

Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, kewajiban qadha harus diselesaikan sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya.

Baca Juga: Geger Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG di Sampang, Amure Desak Kasus Segera Diusut

Lafal niat qadha puasa sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Kementerian Agama menegaskan bahwa batas akhir mengganti puasa adalah hingga akhir bulan Syaban. Menunda qadha tanpa alasan syar’i tidak dianjurkan.

Baca Juga: Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard

Dengan mengetahui prediksi kalender puasa 2026, potensi perbedaan penetapan, serta sisa waktu menuju Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang.

Baik secara spiritual, fisik, maupun dalam menyelesaikan kewajiban puasa yang tertunda, agar ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan khusyuk dan optimal.

Baca Juga: BPOM Temukan 26 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon

Editor : Ubaidillah
#kemenag puasa 2026 #Perbedaan Awal Puasa #jadwal puasa 2026 #muhammadiyah puasa 2026 #Ramadhan 1447 H #Sidang Isbat 2026 #puasa 2026 #Awal Ramadhan 2026 #hitung mundur ramadhan 2025