RadarBangkalan.id - Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia, membuka lembaran kenangan yang sarat nuansa persahabatan dengan Rizal Ramli, eks Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Manusia. Saat berkunjung ke rumah duka almarhum di Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Jusuf Kalla merenung tentang momen di mana perbedaan pendapat dalam panggung pemerintahan menjadi perekat yang menguatkan hubungan mereka.
"Dalam setiap perbedaan pendapat dan kebijakan yang tajam selama pemerintahan, kita tetap bersahabat. Kadang-kadang bertentangan, tapi beliau menerima itu dan saya menerima itu," kata Jusuf Kalla kepada awak media pada Rabu (3/1/2023), sambil mengekspresikan rasa duka cita yang mendalam.
Baca Juga : Polri Lakukan Mutasi dan Rotasi Besar-Besaran dengan Melibatkan 483 Personel, Termasuk Pamen dan Pati
Tak hanya sebatas pada ranah politik, Rizal Ramli juga pernah menggantikan posisi Jusuf Kalla di Badan Urusan Logistik (BULOG). Kedua tokoh ini tidak hanya berkolaborasi dalam urusan kenegaraan tetapi juga aktif bertukar pikiran, terutama dalam mengatasi isu-isu krusial, terutama di sektor pangan.
Baca Juga : Pesona Mistis Gunung Kawi: Tempat Pemujaan dan Pesugihan?
"Beliau pernah menggantikan saya sebagai ketua Bulog. Kita selalu diskusi soal pangan dan juga selama waktu pemerintahan," ucap Jusuf Kalla, merinci betapa intensnya pertukaran gagasan yang terjadi antara keduanya.
Baca Juga : KPU Merespons Somasi Roy Suryo Terkait Pernyataan KPU
Dalam ingatannya, Rizal Ramli dihormati sebagai seorang aktivis dan pemikir kritis. Tidak hanya itu, Jusuf Kalla juga menyoroti keberanian Rizal Ramli dalam menyuarakan pandangannya sendiri.
"Beliau ini seorang pemikir dan juga aktivis. Dia mengambil upaya berdasarkan pemikiran-pemikirannya dan dia konsekuen selama puluhan tahun," ungkap Jusuf Kalla, menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi panjang Rizal Ramli terhadap perjuangan ideologisnya.
Baca Juga : Vokalis Ogie Membaik! Update Kondisi Musisi Setelah Minum Miras di Hotel Bintang 5 Surabaya
Seiring dengan ungkapan duka dari Jusuf Kalla, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf) Sandiaga Uno juga datang untuk melayat di rumah duka Rizal Ramli. Menyoroti kepribadian Rizal Ramli, Sandiaga Uno menegaskan bahwa cara berpikirnya tidak biasa dan visioner, bahkan terkadang berbeda dengan arus utama pemikiran.
"Beliau berjuang dari pemikiran yang visioner, kadang-kadang juga pemikiran beliau ini berbeda dengan mainstream. Jadi selalu menimbulkan diskursus yang baik. Tapi niatnya tulus untuk bangsa Indonesia," kata Sandiaga di rumah duka Rizal, mencerminkan penghormatan terhadap pemikiran yang unik dan kontribusi positif Rizal Ramli dalam proses pembangunan bangsa.
Baca Juga : Prosesi Pemakaman Jenazah Lukas Enembe Ricuh: Pj Gubernur, Brimob dan TNI Terluka
Sandiaga Uno juga mengenang saat-saat ketika dirinya dan Rizal Ramli bersama-sama memimpin Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo), di mana keduanya berjuang bersama-sama untuk mendorong pengusaha lokal mencapai ambisi Indonesia emas 2045.
Baca Juga : Deklarasi Pemilu Damai dapat Memelihara Persatuan dan Kesatuan Bangsa
"Kami sama-sama di Asprindo, di Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia, memperjuangkan bagaimana pengusaha-pengusaha nasional ini bisa mengambil peran besar dalam pembangunan Indonesia, khususnya untuk pencapaian Indonesia emas 2045," ungkap Sandiaga Uno, mencerminkan harmoni dalam perjuangan bersama untuk mencapai visi besar Indonesia.
Baca Juga : Kembali Berduka! Kebakaran Terjadi di Smelter Nikel Morowali, Menambah Daftar Kasus Pasca Ledakan PT ITSS
Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga mengingatkan momen ketika ia bersaing dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Rizal Ramli, sebagai sahabat dan penasihat, memberikan pengingat penting terkait reklamasi dan perlunya dampak positifnya bagi masyarakat.
"Jadi waktu saya berjuang saat di 2017, dia mengingatkan bagaimana reklamasi nanti harus memberikan dampak yang positif bagi rakyat kecil," kenang Sandiaga, menunjukkan bahwa hubungan mereka melampaui batas politik dan mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dalam melayani masyarakat.
Baca Juga : Demi Menjaga Daya Beli Masyarakat: Pemerintah Tidak Akan Menaikkan Tarif Listrik di Triwulan I 2024
Dalam momen berduka ini, tergambar bahwa persahabatan antara Jusuf Kalla, Rizal Ramli, dan Sandiaga Uno bukan hanya terjalin di ranah politik, melainkan juga di dalam ruang kebersamaan, gagasan, dan tekad untuk memajukan Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang meneguhkan bahwa perbedaan pendapat tidak selalu menghancurkan, tetapi dapat menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan dan kedewasaan hubungan.