RadarBangkalan.id - Dalam persiapan menjelang debat Pilpres ketiga di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/1/2024), polisi mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kondusivitas acara tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah larangan bagi massa pendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) membawa toa dan mobil komando. Kepolisian juga tidak segan untuk mengusir massa yang bertindak membandel selama berlangsungnya debat capres.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa kegiatan debat ini harus tetap khidmat, dan suara dari luar tidak boleh mempengaruhi jalannya debat. Oleh karena itu, mereka mengimbau agar massa pendukung tidak menggunakan pengeras suara, membawa mobil komando, toa, dan peralatan lainnya yang dapat mengganggu acara. Larangan tersebut diberlakukan untuk memastikan keberlangsungan debat yang khidmat di dalam Istora Senayan.
Baca Juga : Ditengah Korupsi BTS! Presiden Jokowi Resmikan Ribuan BTS 4G dan Satelit Satria-1
Susatyo menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan terhadap massa pendukung ini merupakan hasil evaluasi dari acara debat-debat sebelumnya. Pihak kepolisian telah menyiapkan lahan khusus bagi massa pendukung yang ingin menyuarakan dukungan mereka secara langsung kepada masing-masing pasangan calon. Setiap kali pasangan calon hadir, personel keamanan sebanyak 150 orang akan disiapkan untuk melakukan penyekatan di depan Istora Senayan.
Baca Juga : Canggih! Robot dan Drone Siap Digunakan Basarnas RI untuk Evakuasi Korban Bencana
Meskipun demikian, Susatyo juga mengimbau massa pendukung untuk tetap memantau acara debat capres ini dari rumah masing-masing. Hal ini disesuaikan dengan ketentuan KPU yang hanya memperbolehkan tamu yang memiliki surat undangan untuk memasuki kawasan Istora Senayan.
Baca Juga : Jubir Timnas AMIN Ditahan Aparat Kejaksaan Jakarta Timur
Dalam upaya pengamanan, kepolisian telah mengerahkan total 3.041 personel gabungan. Rinciannya mencakup 2.877 personel Polri, 120 personel TNI, dan 94 personel Pemda DKI Jakarta. Pintu akses ke kawasan GBK juga akan mengalami penutupan sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan. Pintu-pintu yang ditutup meliputi pintu 1, 2, 3, 4, 6, 9, 11, dan 12. Sementara itu, pintu 5 dan 8 hanya akan digunakan sebagai akses keluar, sedangkan pintu 7 dan 10 akan menjadi pintu akses masuk dan keluar.
Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas juga telah dipersiapkan di sekitar kawasan GBK oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Namun, penerapan rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional, bergantung pada kondisi dan situasi di lapangan.
Baca Juga : Warga Batam Harus Waspada, Calo Joki IMEI Incar KTP untuk Keuntungan Pribadi
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengumumkan kesiapan mereka terkait penyelenggaraan debat capres pada tanggal 7 Januari 2024. Tempat yang dipilih untuk debat tersebut adalah Istora Senayan, Jakarta. KPU akan bekerja sama dengan media penyelenggara, yaitu MNC Group dan Garuda TV.
Komisioner KPU, August Mellaz, menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan dua moderator, yaitu Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki dari MNC Group, serta 11 panelis yang akan terlibat dalam menyusun pertanyaan. Meskipun ada persiapan, format debat pilpres 2024, termasuk alur dan durasinya, tetap tidak berubah. Calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, akan menjadi yang pertama memulai pada segmen pertama debat tersebut.
Baca Juga : Misteri Harun Masiku: Wahyu Setiawan Dicecar Pertanyaan Mengenai Keberadaan Harun Masiku
Dengan langkah-langkah persiapan yang komprehensif dari pihak kepolisian dan KPU, diharapkan debat capres ketiga berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat.