News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jokowi: Data Pertahanan Negara Harus Dirahasiakan demi Keamanan Jangka Panjang

Azril Arham • Selasa, 9 Januari 2024 | 05:06 WIB
Data Pertahanan Negara: Rahasia yang Harus Dijaga Jokowi demi Keamanan Berkelanjutan
Data Pertahanan Negara: Rahasia yang Harus Dijaga Jokowi demi Keamanan Berkelanjutan

RadarBangkalan.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas memberikan klarifikasi terkait data pertahanan negara yang menjadi sorotan dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2024.

Jokowi menekankan bahwa tidak semua informasi terkait pertahanan negara dapat diungkapkan secara terbuka kepada publik.

Dalam pernyataannya di Serang, Banten, pada Senin (8/1), Jokowi menyatakan, "Informasi yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan negara, dan alutsista memiliki tingkat keamanan yang berbeda-beda. Ada yang dapat diungkapkan, tetapi banyak hal yang memang harus dijaga kerahasiaannya."'

Jokowi menegaskan bahwa setiap negara memiliki strategi khusus dalam menjaga keamanan dan pertahanan, sehingga tidak semua informasi dapat diungkapkan kepada publik.

Dalam menggambarkan hal ini, Jokowi menggunakan perumpamaan yang kuat, "Karena ini menyangkut strategi besar negara, nggak bisa semua dibuka kayak toko kelontong. Nggak bisa."

Presiden juga menyuarakan keprihatinan terhadap kurangnya edukasi masyarakat dalam debat ketiga Pilpres 2024.

Ia menyatakan bahwa meskipun perdebatan adalah bagian dari demokrasi, serangan yang terjadi seharusnya tidak bersifat personal.

"Saling menyerang nggak apa-apa, tapi kebijakan, kebijakan, dan visinya yang seharusnya diserang, bukan untuk menjatuhkan secara personal," ungkap Jokowi.

Ia menilai bahwa kurangnya fokus pada substansi dari debat tersebut menjadi masalah serius, "Saya melihat substansi dari visinya malah tidak terlihat, yang terlihat justru saling menyerang. Hal ini sebetulnya nggak apa-apa asal kebijakan, policy, dan visi tidak terlupakan. Namun, jika sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungannya dengan konteks debat mengenai hubungan internasional, geopolitik, pertahanan, dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton."

Jokowi menunjukkan rasa kecewa terhadap pelaksanaan debat minggu malam dan menyatakan harapannya agar debat Pilpres 2024 mendatang dapat diatur lebih baik.

Ia berpendapat bahwa perlu adanya perubahan format dan pedoman yang jelas agar debat dapat lebih hidup dan memberikan wawasan yang bermanfaat.

"Saya kira akan banyak yang kecewa. Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup," pungkas Jokowi, mengakhiri pernyataannya dengan harapan bahwa debat-debat mendatang akan memberikan kontribusi positif dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap calon pemimpin dan kebijakan yang akan dijalankan. ***

Editor : Azril Arham
#pertahanan #debat capres #Negara #jokowi #indonesia #pilpres 2024