News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

PDIP Setujui Pengunduran Diri Maruarar Sirait dan Penyerahan KTA

Abdul Basri • Selasa, 16 Januari 2024 | 21:31 WIB
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, berada di Bentara Budaya Jakarta pada Senin (15/1) sore
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, berada di Bentara Budaya Jakarta pada Senin (15/1) sore

RadarBangkalan.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi mengonfirmasi bahwa Maruarar Sirait telah mengajukan pengunduran diri dari partai tersebut.

Tindakan ini ditandai dengan penyerahan kartu tanda anggota (KTA) PDIP oleh Maruarar Sirait kepada partai.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers pada Senin malam.

"Pak Utut Adianto memberi laporan kepada DPP bahwa Pak Ara Sirait telah mengajukan pengunduran diri dengan menyerahkan KTA Partai," ungkap Hasto Kristiyanto kepada wartawan.

Ia juga menekankan bahwa menjadi anggota partai didasarkan pada prinsip kesukarelaan, dan pengunduran diri merupakan hak yang dapat dilakukan oleh setiap anggota.

Hasto Kristiyanto mengakui pemahaman terhadap keputusan Maruarar Sirait untuk mengundurkan diri, mengingat kesuksesannya sebagai seorang pengusaha.

"Terlebih dengan kondisi Pak Ara sekarang yang sudah semakin berhasil sebagai pengusaha. Beberapa foto Pak Ara bersama pengusaha menunjukkan keberhasilan itu," tambahnya.

Pengunduran diri Maruarar Sirait dianggap sebagai bagian dari proses konsolidasi kader partai.

Hal ini menjadi relevan mengingat partai sedang berjuang untuk menempatkan kedaulatan rakyat sebagai hukum tertinggi dalam menentukan pemimpin.

Hasto Kristiyanto menyebut pengunduran diri ini sebagai langkah untuk melakukan koreksi terhadap berbagai upaya yang berpotensi melanggengkan kekuasaan, terutama dalam konteks perjuangan partai melawan pelanggaran etik berat di Mahkamah Konstitusi yang diakibatkan oleh manipulasi hukum.

Maruarar Sirait sendiri menyampaikan keputusannya untuk mundur dari PDIP setelah mengunjungi kantor DPP PDIP di Jakarta Pusat.

Dalam pernyataannya, ia memohon maaf kepada seluruh kader partai dan menyampaikan rasa terima kasihnya.

Keputusan tersebut diambil setelah mendiskusikannya dengan orang terdekat dan keluarganya.

"Setelah berdiskusi dengan keluarga dan orang-orang terdekat, saya memutuskan untuk pamit dari PDI Perjuangan hari ini. Saya doakan PDI Perjuangan tetap menjadi partai yang besar, memperjuangkan Pancasila, memperjuangkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan," ucap Maruarar Sirait.

Terkait arah politiknya ke depan, Maruarar Sirait menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo.

Ia menilai Jokowi sangat didukung oleh rakyat dan mengapresiasi kinerjanya dalam membangun bangsa Indonesia.

Menurutnya, Jokowi telah berhasil mengatasi berbagai tantangan, seperti radikalisme, serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat dengan kebijakan ekonomi yang inklusif.

"Dengan keyakinan pada kepemimpinan Pak Jokowi dan keberhasilannya dalam berbagai hal, saya memilih untuk mengikuti langkah beliau dalam pilihan politik saya ke depan. Mohon doa restunya," tegas Maruarar Sirait.

Ia menyoroti pencapaian Jokowi dalam mengatasi radikalisme, mencapai mayoritas saham Indonesia di Freeport, dan memberikan perhatian khusus pada pemerataan di berbagai sektor, termasuk pemindahan ibu kota. ***

Editor : Azril Arham
#maruarar sirait #pengunduran diri #dpp #pdip #kta