Radarbangkalan.id - Mengikuti perkembangan terbaru dalam kampanye calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, terlihat bahwa videotron yang sebelumnya terpasang di Jakarta dan Bekasi telah dihapus, namun kini muncul di beberapa kota lainnya, termasuk Surabaya, Gorontalo, dan Aceh.
Informasi terbaru ini diunggah melalui akun media sosial @aniesbubble, yang menyajikan potret Anies Baswedan tengah bicara dalam salah satu acara "Desak Anies," dan gambar di atasnya saat ia menggunakan sepeda.
Dengan tulisan besar "Road to Debut," videotron ini menjadi sorotan di depan Hotel Sahid, Surabaya.
Netizen juga diundang untuk menggunakan tagar #SpotAbahAnies jika mereka menemui videotron tersebut.
Baca Juga : Ancaman AI! AI Mulai Menggantikan Pekerjaan, Google PHK Ratusan Staf
Dalam satu slide, videotron menampilkan tulisan "ANIES AWARDS," sementara dua slide berikutnya merinci perjalanan politik Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 2008 hingga 2023.
Rupanya, visualisasi ini merupakan hasil dukungan dari para Humanies yang tersebar di berbagai wilayah.
Baca Juga : Luar Biasa, SDG Gelar Pasar Tebus Murah untuk Atasi Kenaikan Harga Bahan Pokok di Palembang
Sebelumnya, videotron serupa yang dipasang di Jakarta dan Bekasi pada Senin (15/1) telah dihapus tidak genap setelah sehari terpasang.
Akun @olpproject dan @aniesbubble sebagai penyedia videotron menyampaikan kabar bahwa iklan yang semula dijadwalkan tayang selama seminggu (15-21 Januari 2024) di Bekasi dan Jakarta tidak dapat dilanjutkan karena alasan di luar kendali mereka.
Meskipun kehilangan eksposur di dua kota tersebut, penyebaran videotron Anies Baswedan di kota-kota lain menunjukkan upaya maksimal untuk mencapai audiens yang lebih luas.
Masyarakat Surabaya, Gorontalo, dan Aceh kini dapat melihat visualisasi perjalanan Anies dalam tiga dimensi, memberikan pandangan mendalam terhadap pencapaian dan agenda yang diusung oleh calon presiden tersebut.
Dengan demikian, strategi visual ini menjadi sarana efektif dalam membangun citra dan meningkatkan kehadiran Anies Baswedan di panggung politik nasional. ***