Radarbangkalan.id - Pembayaran UKT atau Uang Kuliah Tunggal ITB melalui kerjasama resmi dengan Danacita menjadi viral di media sosial.
Danacita sendiri sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sebagai pinjol yang diawasi sebagai platform pendanaan.
Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, menjadi sorotan karena mahasiswa membayar UKT melalui pinjol yang menjadi viral di media sosial.
Mahasiswa yang ingin melakukan pembayaran melalui pinjol Danacita harus membayar cicilan dengan tenor maksimal 12 bulan.
Masyarakat sudah mengetahui bahwa pinjaman online atau pinjol menerapkan sistem bunga.
Contohnya, jika seorang mahasiswa ITB ingin membayar UKT sebesar Rp12 juta, maka sekitar Rp1,2 juta untuk tenor setiap bulannya dengan estimasi pengembalian sebesar Rp14,8 juta.
Diketahui bahwa biaya platform setiap bulan berkisar 1,7%, dan biaya persetujuan di awal sebesar 3,00% yang dibayarkan sekali.
Rumor ini mulai tersebar melalui aplikasi X di akun @ITBfess melalui postingan di media sosial, khususnya di Twitter.
"Bajigurr, solusi yang ditawarkan ITB!, besar lagi bunganya," tulis akun @ITBfess.
Dalam berita viral ini, nama Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, menjadi sorotan publik dan merupakan wanita pertama yang menjabat rektor periode 2020-2025.
Baca Juga: Terkuak Kebiasaan Pelaku Carok Mengerikan di Bangkalan, Masa Lalu Hasan Busri Kini Dibongkar Netizen
Profil Rektor ITB Reini Wirahadikusumah atau Prof. Reini Wirahadikusumah Ph.D. Sebelum menjabat Rektor,
ia adalah seorang guru besar dan Ketua Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB.
Ia juga aktif sebagai anggota di LPJKN dan sekretaris PII, serta memiliki berbagai penghargaan, salah satunya dari Pemerintah RI pada tahun 2016.
Pihak Danacita secara resmi menjalin kerjasama dengan kampus ITB dalam program cicilan mahasiswa untuk pembayaran UKT.
Editor : Ubaidillah