News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Begini Alasan Mengapa Anies Baswedan Diberi Gelar dan Dipanggil Abah Anies di Jawa Barat

Abdul Basri • Kamis, 1 Februari 2024 | 06:20 WIB
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan saat ditemui usai kampanye terbuka di Gedung Adi Poday, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (31/1/2024). (Istimewa)
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan saat ditemui usai kampanye terbuka di Gedung Adi Poday, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (31/1/2024). (Istimewa)

Radarbangkalan.id - Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, kini dikenal sebagai "Abah Anies" oleh pendukungnya di Jawa Barat.

Gelar Abah Anies ini bukan sembarang panggilan, melainkan sebuah penghormatan yang mencerminkan pengakuan terhadap kepemimpinan dan karakternya yang dianggap bijak serta penuh kasih sayang terhadap rakyat.

Panggilan "Abah Anies" menjadi semakin melekat pada Anies sejak saat bersafar politik pada Minggu, 27 Januari 2024, di Kota Bandung, Jawa Barat.

Muhammad Farhan, Juru Bicara Nasional Pasangan Calon Presiden Amin (Anies-Muhaimin), menjelaskan bahwa gelar Abah Anies memiliki makna mendalam dalam konteks budaya Sunda, menggambarkan sosok yang bijaksana dan melindungi anak-anaknya.

Baca Juga : Sosok Diduga Ibu Hasan Tanjung, Pelaku Carok Maut Yang Tewaskan 4 Orang di Bangkalan

"Dalam budaya Sunda, seorang Abah atau ayah dianggap sebagai sosok yang bijak, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi etika keagamaan.

Abah Anies telah lama mengusung narasi ini dalam sebuah buku sejak tahun 2014," ungkap Farhan dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Rabu, 31 Januari 2024.

Baca Juga : Demo Kepala Desa Depan Gedung DPR Ricuh, Warganet: Ga pake akal

Pemberian gelar Abah ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan juga mencerminkan harapan masyarakat Jawa Barat terhadap Anies Baswedan.

Masyarakat menginginkan perhatian lebih dalam pengembangan bidang pendidikan dan kebudayaan, hal yang sangat kompleks mengingat Jawa Barat memiliki populasi tertinggi di antara provinsi lainnya.

Baca Juga : Mat Tanjar dan Mat Terdam Saat Warga Antar Jenazah Usai Carok Mengerikan: Gak Tega Lihat Luka

"Sebagai provinsi dengan populasi tertinggi, Jawa Barat dihadapkan pada berbagai permasalahan kompleks di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Anies Baswedan hadir untuk menjadi Abah atau ayah bagi warga Jawa Barat, dengan membawa narasi yang didasari oleh nilai-nilai budaya, menuju peradaban yang lebih tinggi," tambah Farhan.

Selain mengenai pendidikan, sosok Abah juga menawarkan kepastian supremasi dalam berbagai bidang.

Kehadiran Anies Baswedan di Bandung dan berbagai daerah di Jawa Barat diharapkan dapat menghadirkan konsep perubahan dalam Pilpres 2024 yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Baca Juga : Usai Aba Idi Pamit, PJ Bupati Sampang Dilantik dan Gelar Silaturahmi Bersama Stakeholder dan Masyarakat

Dari hasil dialog bersama masyarakat Jawa Barat, pasangan Amin menjanjikan kepastian hukum yang adil sebagai langkah memajukan sistem demokrasi di Indonesia.

Isu-isu sensitif seperti normalisasi organisasi Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) turut menjadi sorotan dalam dialog tersebut.

Menanggapi isu-isu tersebut, Anies menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan penanganan terhadap organisasi harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Abah Anies Baswedan menekankan bahwa keputusan yang sudah berketetapan hukum tetap harus dijalani, walaupun mungkin mengusik nuansa demokrasi di Indonesia.

Kita menghargai supremasi hukum di negeri ini dan tidak mengedepankan politik kekuasaan," tegasnya.

Baca Juga : Perdebatan Memanas: Solusi Pinjol ITB di Bawah Sorotan Kritis Mahasiswa

Muhammad Farhan juga menegaskan bahwa kunjungan Anies Baswedan ke berbagai daerah di Jawa Barat beberapa waktu belakangan ini akan memberikan dampak positif terhadap elektoral pasangan Amin.

"Insya Allah, dampak elektoral positif.

Meskipun dinamika kampanye saat ini sulit diprediksi, kami optimis bahwa tren positif pasangan Amin akan menjadi indikator utama prospek kemenangan di Pemilu 14 Februari 2024," pungkasnya. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#anies baswedan #dipanggil #jawa barat #Abah Anies