News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Cawapres Cak Imin Unggah Video Teaser Film Dirty Vote, Netizen Sarankan Hapus

Azril Arham • Selasa, 13 Februari 2024 | 04:56 WIB
Cawapres nomor 01 Muhaimin Iskandar
Cawapres nomor 01 Muhaimin Iskandar

RadarBangkalan.id - Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, telah menimbulkan kontroversi dengan mengunggah teaser film dokumenter Dirty Vote pada Minggu (11/2).

Meskipun tujuan dari unggahan tersebut mungkin untuk memperkenalkan film yang baru diluncurkan, tindakan ini segera dikecam oleh sebagian besar warganet karena dianggap melanggar masa tenang Pemilu.

Tindakan tersebut tidak luput dari perhatian warganet, dengan jumlah pengguna yang mencapai 8 juta di platform X hanya dalam waktu yang relatif singkat.

Pertanyaan yang diajukan oleh akun resmi Cak Imin @cakimiNow, "Ada yang sudah nonton?" hanya menambah panasnya diskusi di media sosial.

Unggahan tersebut menjadi pusat perhatian dengan 14 ribu pengguna yang melakukan retweet.

Respons masyarakat sangat bervariasi, dengan beberapa menyuarakan kekhawatiran bahwa film tersebut mungkin diproduksi dengan dukungan dari salah satu pasangan calon dalam Pemilu, mengarah pada kemungkinan adanya bias dalam penyajian informasi.

Sebelumnya, warganet telah memperingatkan tentang konsekuensi yang mungkin timbul dari unggahan Cak Imin ini.

Beberapa bahkan meminta agar unggahan tersebut dihapus, karena takut akan menimbulkan persepsi negatif terhadap pembuat film serta mempengaruhi opini publik secara tidak adil.

Sebagai contoh, akun @deaokihardana mengungkapkan pendapatnya dengan mengatakan, "Filmnya bagus cak, tapi boleh ga dihapus aja?" serta menambahkan, "Kita uda tau kok info film ini dari sumber lain, jangan dirimu yang posting cak, nanti ada tuduhan yang tidak diinginkan."

Film dokumenter Dirty Vote sendiri telah menjadi sorotan sejak dirilis pada Minggu (11/2).

Dalam film tersebut, diperlihatkan dugaan kecurangan yang terjadi selama Pemilu 2024, dan disajikan dalam sebuah narasi yang mendalam oleh tiga akademisi, yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.

Poin menariknya adalah film ini diproduksi melalui kolaborasi lintas CSO (civil society organization), menandakan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.

Produser film, Joni Aswira, menegaskan bahwa biaya produksi film tersebut terkumpul melalui crowd funding, sumbangan individu, dan lembaga, menjadikannya sebagai proyek yang diwujudkan berkat kerjasama banyak pihak.

Joni juga mengungkap bahwa proses pembuatan film ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar dua minggu, dari mulai proses riset, produksi, penyuntingan, hingga rilis.

Hal ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras dari tim produksi untuk menyampaikan pesan film kepada masyarakat dalam waktu yang terbatas namun efektif. ***

Editor : Azril Arham
#cawapres #cak imin #Film Dirty Vote #warganet #film dokumenter #netizen