News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

8 Partai Politik Diprediksi Lolos Parlemen Pemilu 2024, Ini Daftarnya

Azril Arham • Selasa, 13 Februari 2024 | 23:54 WIB
Keberadaan deretan bendera partai politik menimbulkan potensi bahaya bagi pengendara motor di flyover Matraman, Jakarta.
Keberadaan deretan bendera partai politik menimbulkan potensi bahaya bagi pengendara motor di flyover Matraman, Jakarta.

RadarBangkalan.id - Peta pertarungan politik di pemilihan umum legislatif (pileg) diprediksi akan menjadi panggung yang sama sengitnya dengan pemilihan umum presiden.

Partai politik saling beradu strategi untuk merebut kursi parlemen sebanyak mungkin, dengan tujuan untuk menempatkan diri mereka sebagai partai pemenang dalam pemilu tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi, berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Indikator, delapan partai politik diprediksi secara psikologis aman untuk dapat menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Partai-partai tersebut adalah PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, Demokrat, Nasdem, dan PAN.

Namun demikian, Burhanudin menegaskan bahwa ada kemungkinan bagi partai-partai seperti PPP, PSI, dan Perindo untuk tidak lolos, mengingat elektabilitas mereka hanya berkisar di sekitar 2 persen.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa terdapat margin kesalahan sebesar 2,9 persen yang dapat menyebabkan adanya kejutan dalam hasil akhir.

Selain itu, potensi perubahan pilihan dari swing voters juga masih menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Data dari Indikator menunjukkan bahwa sekitar 18 persen dari pemilih potensial menyatakan kemungkinan untuk mengubah pilihannya.

Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ketidakpastian yang perlu diperhitungkan dalam proses pemilihan, terutama mengingat adanya margin kesalahan.

Bahkan di antara pemilih yang telah memilih partai, masih ada potensi untuk pergeseran.

Data dari Indikator menunjukkan bahwa hanya 91,5 persen pemilih PKS yang menegaskan kesetiaannya, sementara partai lain hanya memiliki tingkat kepastian yang berkisar antara 74 hingga 83 persen.

Dalam persaingan merebut posisi teratas, Burhan menyebutkan bahwa PDIP dan Gerindra adalah dua partai yang memiliki potensi untuk menjadi pemenang pemilu.

Berdasarkan survei terbaru, PDIP masih memimpin dengan 19,6 persen, diikuti oleh Gerindra dengan 17,2 persen.

Namun, peluang Golkar terbilang kecil karena selisih suaranya yang cukup signifikan, yaitu 12,1 persen.

Meskipun PDIP saat ini masih berada di puncak, namun tren penurunan yang dialami oleh PDIP menimbulkan kekhawatiran.

Di sisi lain, Gerindra justru mengalami peningkatan dukungan. Selain itu, secara statistik, selisih antara keduanya masih berada dalam area abu-abu, dimana perbedaannya masih dalam rentang margin kesalahan.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga memperkirakan bahwa akan terjadi persaingan sengit dalam Pileg 2024, khususnya dalam perebutan posisi tiga teratas yang melibatkan PDIP, Gerindra, dan Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, berdasarkan survei LSI periode 29 Januari hingga 5 Februari, PDIP memimpin dengan 19,5 persen, diikuti oleh Gerindra dengan 18 persen, dan Golkar dengan 13,3 persen.

Di posisi berikutnya, terdapat PKB (9,4 persen), Nasdem (6 persen), Demokrat (5,8 persen), PKS (5,7 persen), dan PAN (5,2 persen).

Sedangkan PPP tercatat memperoleh angka 2,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan antar partai akan menjadi semakin ketat menjelang pemilihan umum, dan hasil akhirnya masih menjadi tanda tanya besar. ***

Editor : Azril Arham
#golkar #pdip #parpol #partai politik #parlemen #Pemilu 2024 #gerindra