Radarbangkalan.id - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap hasil quick count Pilpres 2024 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara opini warga Indonesia di dalam negeri dan di luar negeri.
Menurutnya, perbandingan antara hasil exit poll luar negeri dengan quick count dalam negeri mengejutkan, dengan perbedaan hingga 180 derajat.
Hasto menyoroti bahwa hasil exit poll dari sejumlah lembaga di luar negeri menunjukkan keunggulan pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud, dan pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan, di banyak negara.
Namun, di dalam negeri, hasil quick count menempatkan pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, dengan persentase yang jauh lebih unggul, mencapai lebih dari 50 persen.
Pemimpin PDIP ini menggambarkan bahwa hasil exit poll di luar negeri mencerminkan proses pemilihan yang lebih jernih dan bebas dari berbagai operasi manipulatif seperti distribusi bantuan sosial (bansos), intimidasi, atau campur tangan institusi negara.
Namun, di dalam negeri, banyak aspek kecurangan yang terjadi, dari tahap awal hingga tahap akhir pemilihan.
Baca Juga : Tinta Ungu: Jari Kelingking dan Diskon Meriah di Hari Pemilu 2024, Jangan Golput, Rugi!
Dia juga menyoroti fenomena "overshooting" yang terjadi, yaitu hasil operasi kecurangan yang melebihi target yang ditetapkan.
Dia memberikan contoh pada Pemilu 1997 di Timor Timur di mana operasi manipulatif yang masif menyebabkan partai penguasa saat itu mendapatkan suara hampir 100 persen, sebuah kejadian yang memicu kekagetan bahkan dari rezim penguasa sendiri.
Baca Juga : Beredar Video Diduga Surat Suara Sudah di Coblos Gunung Kesan Karangpenang Sampang Madura, Fakta atau Hoax?
Menariknya, meskipun hasil quick count internal menunjukkan keunggulan bagi Ganjar-Mahfud, namun kenyataannya pasangan ini justru mendapatkan suara terburuk.
Hasto merasa heran bahwa Ganjar-Mahfud bahkan kalah di wilayah-wilayah dengan basis pendukung PDIP, padahal seharusnya pasangan ini mendapat dukungan yang kuat dari partai tersebut.
Baca Juga : Warga Sampang Madura Emosi Usai Duga Surat Suara Sudah Tercoblos, Ketua PPK: Beberapa C6 Pemberitahuan Belum Sampai
Menghadapi situasi ini, PDIP berencana untuk mengambil langkah proaktif dengan mengusulkan kepada Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud untuk membentuk tim khusus yang akan mengumpulkan bukti-bukti kecurangan yang terjadi selama Pemilu 2024.
Langkah ini diambil dengan tujuan untuk memastikan keadilan dan integritas proses demokrasi di Indonesia.
Dengan demikian, Hasto Kristiyanto dan PDIP menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa suara rakyat benar-benar tercermin dalam hasil pemilihan, dan untuk mengungkap serta menanggulangi segala bentuk kecurangan yang mungkin terjadi dalam proses tersebut.
Hal ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi demokrasi Indonesia dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik negara. ***
Baca Juga : Warga Sampang Emosi Hingga Teriak Bakar Rumah KPPS Jika Tidak Dikasih: Bakar Rumah Ini