News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Antara Keberhasilan Pemilu dan Kesejahteraan Tertunda: Program Ambisius Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dikritik

Raditya Mubdi • Sabtu, 17 Februari 2024 | 15:48 WIB
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat memberikan pidatonya di Istora Senayan. (Tangkapan Layar Youtube Gibran Rakabuming Raka)
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat memberikan pidatonya di Istora Senayan. (Tangkapan Layar Youtube Gibran Rakabuming Raka)

RadarBangkalan.id - Terlepas dari keberhasilan sementara dalam perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Gibran, menemui tantangan kritis terkait ambisi program kesejahteraan yang diusung.

Dengan dukungan mencapai 56.85 persen, harapan besar menuju kemenangan dalam satu putaran di Pemilihan Presiden 2024 seolah menjadi katalis optimisme masyarakat.

Namun, harapan tersebut seakan sirna dengan realitas pahit bahwa janji makan siang gratis dan pemberian susu bagi warga Indonesia dari pasangan tersebut tampaknya hanya menjadi angan-angan semata.

Tantangan implementasi muncul, dan harapan masyarakat diprediksi terkatung-katung, harus menunggu hingga 4 tahun ke depan untuk benar-benar menikmati manfaat program tersebut.

Program kesejahteraan yang melibatkan makan siang dan susu gratis, meski menarik selama kampanye Pilpres 2024, menghadapi realitas keterlambatan implementasi.

Proyeksi menunjukkan target 82,9 juta warga baru bisa mencicipi manfaatnya pada tahun 2029, mendekati Pemilu 2029.

Budisatrio Djiwandono, juru bicara Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran,

memberikan penjelasan realistis bahwa mencapai target sebesar itu membutuhkan waktu yang panjang.

"Dalam perhitungan kami, target penerima manfaat program ini baru bisa tercapai pada tahun 2029.

Kami memiliki jangka waktu yang cukup untuk menyusun anggaran yang diperlukan, baik melalui efisiensi,

peningkatan penerimaan anggaran, atau sumber dana lainnya," ungkapnya pada Jumat, 16 Februari 2024.

Baca Juga: Sinopsis Film Aksi Killing Gunther Bersama Arnold Schwarzenegger: Tayangan Spesial di Bioskop Trans TV

Budi menambahkan bahwa apabila Prabowo-Gibran terpilih, alokasi anggaran dalam jumlah besar tidak dapat dilakukan pada tahun pertama pemerintahannya.

Program tersebut akan diimplementasikan secara bertahap, dengan memprioritaskan skala prioritas tanpa mengganggu program-program lain seperti BPJS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah berjalan.

Sebelumnya, dalam kampanye terakhir di GBK, Prabowo Subianto menegaskan komitmen terhadap program makan siang gratis dan pemberian susu kepada warga.

"Menteri yang masuk kabinet saya harus setuju dengan program makan siang gratis. Anak-anak harus diberi makan siang," tegasnya.

Meski makan siang gratis dan pemberian susu kepada warga menjadi prioritas utama visi transformasi kesejahteraan Prabowo-Gibran jika terpilih pada Pilpres 2024, kekhawatiran masyarakat muncul terkait keterlambatan implementasi.

Dengan kata lain, impian kesejahteraan masyarakat seakan-akan diundur hingga waktu yang tidak pasti.

Oleh karena itu, fokus perhatian kini bergeser pada pentingnya kerjasama dengan menteri dan seluruh pihak untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik di seluruh wilayah Indonesia.

"Kalau tak setuju, tidak usah gabung di kabinet Prabowo Subianto," kata mereka, mencuatkan keraguan akan kesungguhan dan kemampuan untuk mewujudkan janji kampanye tersebut.

Sementara masyarakat menantikan implementasi, harapannya kini tergantung pada kemampuan Prabowo-Gibran dalam mengelola dan merealisasikan program kesejahteraan yang dijanjikan.

Kritik dan kekecewaan meluap dari berbagai pihak yang merasa janji-janji kampanye hanya sebatas slogan tanpa jaminan realisasi dalam waktu yang bisa diukur. ***

Editor : Raditya Mubdi
#makan siang gratis #program #gibran #prabowo