News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gibran Rakabuming Raka Sempat Dilarang Datang Kampanye ke Kediri, Ini Faktanya

Azril Arham • Minggu, 18 Februari 2024 | 17:42 WIB
Momen Gibran Rakabuming Raka saat Debat Cawapres 2024./Instagram @tknfanta
Momen Gibran Rakabuming Raka saat Debat Cawapres 2024./Instagram @tknfanta

RadarBangkalan.id - Saat memasuki masa kampanye, Cawapres Gibran Rakabuming Raka mengalami satu kejadian menarik di Kota Kediri.

Rencananya, ia akan menggelar kampanye di Lapangan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), namun, kehadirannya akhirnya dibatalkan.

Rupanya, jauh sebelumnya, warga Kediri telah diinformasikan tentang kunjungan tersebut.

Menariknya, pembatalan kampanye tersebut ternyata bukan semata-mata keputusan yang diambil begitu saja.

Terdapat cerita menarik di baliknya yang melibatkan salah satu anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, yakni Jalaludin atau Gus Jalal, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Ghozali, Wates, Kediri.

Dari ungkapan Gus Jalal, terungkap bahwa ada sebuah mitos yang diyakini oleh sebagian masyarakat Indonesia, termasuk di Kediri.

Mitos tersebut telah berakar sejak lama dan diyakini memiliki pengaruh besar dalam kepercayaan dan kebiasaan masyarakat setempat.

"Mitos tersebut, dikatakan Gus Jalal, sudah diyakini sejak lama."

Gus Jalal memperjelas bahwa mitos ini berkaitan dengan kekuatan spiritual yang diyakini terdapat di wilayah Kediri.

Bahkan, menurutnya, setiap pemimpin atau calon pemimpin yang berasal dari luar daerah akan mengalami hal-hal tak terduga saat berkunjung ke Kediri.

"Ini merupakan bagian dari kepercayaan yang telah mengakar kuat dalam budaya dan sejarah Kediri."

Pembicaraan Gus Jalal mengarah pada keyakinan bahwa ada "sesuatu" yang akan terjadi pada pemimpin yang berkunjung ke Kediri, entah itu dalam bentuk penyakit atau bahkan kehilangan jabatan.

Fenomena ini, menurutnya, bukanlah hal baru dan telah dialami oleh banyak orang di masa lampau.

"Seolah-olah ada suatu kekuatan mistis yang mengatur alur kepemimpinan dan peristiwa di wilayah ini."

Tidak hanya itu, Gus Jalal juga menyoroti bahwa kegiatan kenegaraan di Kediri seringkali dihindari atau jarang dilakukan oleh pemimpin dari luar daerah.

"Kegiatan kenegaraan di Kediri nyaris tidak pernah dilakukan."

Dengan demikian, pembatalan kampanye Gibran di Kediri bukanlah sekadar keputusan praktis, tetapi juga mencerminkan kompleksitas kepercayaan dan budaya lokal yang masih sangat kuat di beberapa wilayah di Indonesia. ***

Editor : Azril Arham
#cawapres #cawapres 02 #kampanye #Prabowo-Gibran #gibran rakabuming raka #kediri #kepercayaan