News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hari ini Relawan Ganjar Demo di Bawaslu, 1.978 Polisi Dikerahkan

Ubaidillah • Selasa, 20 Februari 2024 | 13:20 WIB
Ilustrasi Gedung Bawaslu. Kelompok relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di kawasan Patung Kuda dan Bawaslu, Jakarta. (Foto: CNNINDONESIA)
Ilustrasi Gedung Bawaslu. Kelompok relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di kawasan Patung Kuda dan Bawaslu, Jakarta. (Foto: CNNINDONESIA)

Radarbangkalan.id - Kelompok relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD berencana melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda dan Bawaslu, Jakarta, pada Senin (19/2) ini.

Sebanyak 1.978 personel polisi telah disiapkan untuk menjaga keamanan selama unjuk rasa.

"Ada 1.978 personel yang disiapkan untuk melayani dan mengamankan apabila ada aksi," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Susatyo menjelaskan bahwa polisi belum merencanakan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi rencana long march massa menuju gedung Bawaslu.

Menurutnya, kebijakan lalu lintas akan disesuaikan dengan situasi yang ada.

"Situasional rekayasa lalu lintas," tuturnya.

Ketua Umum Kombas GP Burhan Saidi sebelumnya menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi 'Petisi Brawijaya' yang menolak hasil Pilpres 2024 dan mendesak agar pemilu diadakan kembali.

"Pukul 10.00 WIB akan turun ke Patung Kuda kemudian long march ke Bawaslu. Jadi semua organ relawan silakan turun,

tidak perlu mendaftar silakan datang bawa pasukan anda kita geruduk Bawaslu," kata Burhan dalam konferensi pers di Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, Minggu (18/2).

Dalam deklarasi 'Petisi Brawijaya', gabungan relawan Ganjar-Mahfud menilai Pilpres 2024 dilakukan dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Ketua Umum Projo Ganjar, Haposan Situmorang, menyatakan bahwa mereka menolak hasil Pilpres pada 14 Februari 2024 karena adanya dugaan kecurangan.

Haposan mengungkapkan bahwa kecurangan dalam Pilpres 2024 diduga dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), yang menguntungkan salah satu pasangan calon.

Menurutnya, kecurangan tersebut merupakan pengkhianatan terhadap demokrasi dan konstitusi serta dapat membahayakan NKRI.

Mereka juga meminta adanya pergantian komisioner KPU dan Bawaslu yang ada.

Selanjutnya, mereka mendesak komisioner KPU dan Bawaslu yang baru untuk melaksanakan pemilu ulang secara jujur dan adil.

Editor : Ubaidillah
#bawaslu #ganjar mahfud #Relawan 03 #Pemilu 2024 #demo pemilu 2024