News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kementerian Agama Akan Gelar Sidang Isbat pada 10 Maret 2024 untuk Penentuan Awal Ramadan

Ajiv Ibrohim • Rabu, 21 Februari 2024 | 17:07 WIB
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib. (Foto: PMJ News/Dok Kemenag)
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib. (Foto: PMJ News/Dok Kemenag)

Radarbangkalan.id – Umat Muslim di Indonesia dan di seluruh dunia mengantisipasi kedatangan bulan suci Ramadan yang diisi dengan ibadah puasa dan amal kebajikan.

Menjelang awal Ramadan, banyak yang bertanya-tanya, kapan tepatnya hilal akan terlihat, menandakan awal bulan Ramadan?

Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas urusan agama Islam di negara ini, mengumumkan rencananya untuk menentukan awal Ramadan pada tahun 1445 Hijriah melalui proses sidang isbat yang dijadwalkan pada tanggal 10 Maret 2024.

Baca Juga : BMKG Imbau Waspada Dampak Hujan Ekstrem di 14 Daerah, Berikut Daftar Wilayahnya

Menurut pernyataan resmi dari Kemenag, mereka akan melakukan pemantauan hilal atau rukyatulhilal pada tanggal tersebut, yang bersamaan dengan tanggal 29 Syakban 1445 H dalam penanggalan Islam.

Proses pemantauan ini akan dilakukan di 134 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga : Gerindra Buka Suara soal Kabar AHY Akan Dilantik Jadi Menteri ATR Besok

"Dalam upaya untuk menentukan awal Ramadan, kami telah memutuskan untuk melakukan rukyatulhilal di 134 lokasi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia," kata Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag.

Adib menjelaskan bahwa proses rukyatulhilal ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) serta Kantor Kemenag di tingkat kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Organisasi Masyarakat Islam (Ormas Islam), dan instansi lain yang relevan di masing-masing daerah.

Baca Juga : Diisukan Bakal Dilantik Jadi Menteri ATR, Segini Kekayaan AHY

Sidang Isbat, yang merupakan proses pengambilan keputusan resmi untuk menentukan awal Ramadan, akan mempertimbangkan informasi dari dua sumber utama: hasil perhitungan astronomis atau hisab, dan hasil konfirmasi lapangan melalui proses pemantauan hilal.

Adib menambahkan bahwa menurut perhitungan hisab, semua sistem sepakat bahwa penampakan hilal yang menandai awal Ramadan akan terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024 M, atau bertepatan dengan tanggal 29 Syakban 1445 H.

Baca Juga : Saya Ikut Saja! Tito soal Kabar AHY Jadi Menteri ATR: Prerogatif Presiden

"Dalam pengamatan pada hari rukyat, 29 Syakban 1445 H, tinggi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berkisar antara -0°20’ 1,2” hingga 0°52’ 5,4", dengan sudut elongasi antara 2°14’ 46,8” hingga 2°41’ 50,4"," ungkapnya.

Dengan demikian, proses penentuan awal Ramadan bukan hanya sekedar kegiatan rutin, tetapi merupakan upaya serius dari pemerintah untuk memastikan bahwa umat Muslim dapat memulai ibadah puasa mereka dengan tepat waktu dan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan secara ilmiah dan syar'i. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#ramadan #sidang isbat #kementerian agama