Radarbangkalan.id – Langkah ini menjadi sorotan setelah beliau melantik dua menteri baru di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (21/2) yang lalu.
Kehadiran dua figur baru tersebut, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ditunjuk sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Hadi Tjahjanto yang diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), menandai langkah awal menuju kemungkinan reshuffle yang lebih besar.
Dalam pernyataannya, Jokowi menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk melakukan reshuffle kabinet indonesia maju dalam sisa waktu delapan bulan masa pemerintahannya.
Namun, ia belum memberikan rincian terkait waktu pasti pelaksanaan reshuffle tersebut.
Beberapa nama seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sempat dikaitkan dengan kabar pengunduran diri, namun pada akhirnya keduanya memutuskan untuk tetap bertahan dalam kabinet.
Di sisi lain, Mahfud MD, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan Mahfud tersebut didasari oleh ambisi untuk fokus dalam rangka pencalonannya sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo. ***