News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Presiden Jokowi Beri Sinyal Akan Ada Reshuffle dalam Kabinet Indonesia Maju

Ajiv Ibrohim • Kamis, 22 Februari 2024 | 17:49 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah bahwa Bantuan Sosial atau Bansos menjadi sebab meroketnya harga beras di pasaran dan langka di minimarket. (Bapanas)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah bahwa Bantuan Sosial atau Bansos menjadi sebab meroketnya harga beras di pasaran dan langka di minimarket. (Bapanas)

Radarbangkalan.id – Langkah ini menjadi sorotan setelah beliau melantik dua menteri baru di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (21/2) yang lalu.

Kehadiran dua figur baru tersebut, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ditunjuk sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Hadi Tjahjanto yang diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), menandai langkah awal menuju kemungkinan reshuffle yang lebih besar.

Dalam pernyataannya, Jokowi menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk melakukan reshuffle kabinet indonesia maju dalam sisa waktu delapan bulan masa pemerintahannya.

Namun, ia belum memberikan rincian terkait waktu pasti pelaksanaan reshuffle tersebut.

Beberapa nama seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sempat dikaitkan dengan kabar pengunduran diri, namun pada akhirnya keduanya memutuskan untuk tetap bertahan dalam kabinet.

Di sisi lain, Mahfud MD, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan Mahfud tersebut didasari oleh ambisi untuk fokus dalam rangka pencalonannya sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#reshuffle #jokowi #kabinet indonesa maju