Radarbangkalan.id – Keyakinan ini tidak didasarkan pada sekadar asumsi semata, melainkan terbukti dengan hasil survei dan quick count yang menunjukkan angka elektabilitas partai tersebut stabil di atas ambang batas parlemen sebesar empat persen.
Dilansir dari antaranews.com pada hari Sabtu tanggal 24 Februari, Dedek Prayudi menyoroti hasil survei dari beberapa lembaga yang menunjukkan angka elektabilitas PSI melebihi empat persen.
Sebagai contoh, hasil survei dari lembaga SPIN menunjukkan angka 4,2 persen, sementara survei dari lembaga riset media terkemuka menyebutkan angka elektabilitas PSI sebesar 4,4 persen, meskipun survei terakhir ini belum dirilis secara resmi.
Dedek Prayudi menggarisbawahi bahwa angka-angka ini memberikan indikasi yang kuat bahwa PSI memiliki potensi untuk meraih kursi di Senayan.
Namun, optimisme PSI tidak hanya bersandar pada hasil survei belaka.
Quick count yang dilakukan juga menunjukkan tren yang positif, dengan angka sementara mencapai tiga persen.
Dengan mempertimbangkan margin of error sebesar satu hingga satu setengah persen, hal ini menegaskan bahwa Partai Solidaritas Indonesia masih sangat berpotensi untuk memperoleh kursi di tingkat nasional.
Baca Juga : Menteri Keuangan Sri Mulyani Perkirakan Indonesia Bakal Rugi Rp544 Triliun Tahun Ini
Untuk memastikan keberhasilan ini, DPP PSI telah memberikan instruksi kepada semua anggota pengurus, kader, dan calon legislatif untuk memantau dan mengawasi proses perhitungan suara di semua tingkatan.
"Kami akan terus mengawasi di semua tingkatan.
Karena dari pengalaman di lapangan, kami telah menemukan cukup banyak insiden human error," ungkap Dedek Prayudi.
Baca Juga : Kemnaker Tegaskan Pentingnya Pengupahan Berbasis Produktivitas sebagai Program Prioritas Nasional
Insiden-insiden ini termasuk kesalahan dalam pencatatan suara, seperti terjadi pada kolom batang lidi di mana jumlah suara yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah yang sebenarnya.
Selain itu, terdapat juga perbedaan antara data pada formulir C1 dengan hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan.
Dedek Prayudi menjelaskan bahwa kesalahan semacam itu ditemukan tersebar di berbagai daerah, yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti kelelahan petugas yang bertugas.
Baca Juga : Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Aksi Kelompok Ekstremis Setiap Agenda Nasional
Namun, meskipun menghadapi tantangan ini, melalui pemantauan yang cermat di lapangan, PSI merasa yakin bahwa suara yang diperoleh akan lebih banyak dibandingkan dengan proyeksi semula.
Hal ini didasarkan pada temuan bahwa ada kecenderungan bahwa suara untuk PSI cenderung lebih besar dibandingkan dengan suara untuk calon legislatif lainnya.
Dedek Prayudi menunjukkan bahwa hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh efek kepemimpinan dari Kaesang Pangarep, yang menjabat sebagai Ketua Umum PSI.
Dengan demikian, dalam menghadapi Pemilihan Umum, PSI tidak hanya mengandalkan hasil survei dan quick count semata, tetapi juga melakukan langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa suara yang diperoleh sesuai dengan dukungan yang mereka dapatkan dari masyarakat.
Ini menunjukkan tekad dan komitmen kuat dari PSI untuk memastikan bahwa mereka mampu merealisasikan harapan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh para pemilihnya. ***