News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Wadah Baru untuk Menyampaikan Dakwah Islam Melalui Kekayaan Seni dan Budaya

Ajiv Ibrohim • Kamis, 29 Februari 2024 | 21:58 WIB
Wamenag Saiful Rahmat Dasuki (kanan) dan Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta (28/2)   (Hilmi/Jawa Pos)
Wamenag Saiful Rahmat Dasuki (kanan) dan Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta (28/2) (Hilmi/Jawa Pos)

Radarbangkalan.id — Salah satu wadah untuk menyampaikan pesan tersebut adalah melalui kekayaan seni dan budaya yang telah lama mengakar di masyarakat.

Hal ini menjadi suatu bentuk respons terhadap pandangan yang mengidentifikasi dakwah Islam sebagai ajaran yang disebarkan melalui peperangan atau kekerasan.

Kekayaan seni dan budaya di nusantara memanglah sungguh luar biasa.

Di antaranya adalah seni dan budaya yang berkaitan erat dengan keagamaan Islam.

Kemenag memilih untuk mengangkat berbagai ragam seni dan budaya tersebut melalui penyusunan ensiklopedia, dengan tujuan untuk mengekspos nilai-nilai keagamaan Islam dengan cara yang lebih sederhana dipahami oleh masyarakat luas.

Dalam upaya memperkuat narasi ini, Kemenag baru-baru ini meluncurkan dua seri buku yang berjudul "Ensiklopedia Seni Budaya Islam di Nusantara".

Acara peluncuran ini berlangsung di Jakarta pada Rabu (28/2) lalu.

Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kemenag, menjelaskan bahwa pendekatan terhadap seni dan budaya sangatlah penting dalam pemahaman ajaran Islam.

Melalui pendekatan ini, Islam tidak hanya terlihat sebagai suatu agama yang menuntut ketaatan, tetapi juga sebagai sumber keindahan dan harmoni yang beriringan dengan budaya lokal.

Baca Juga : Xiaomi Gebrak Pasar Otomotif Eropa dengan SU7: Kombinasi Kecerdasan dan Keiritan Berkendara!

"Islam mengapresiasi seni budaya sebagai suatu proses dan bagian dari eksistensi manusia," ungkapnya.

Dalam pandangan Islam, seni budaya tidak sekadar merupakan ekspresi artistik semata, melainkan juga cerminan dari nilai-nilai keagamaan dan kehidupan manusia.

Baca Juga : Rahasia Kesuksesan Xiaomi SU7: Mobil Listrik Premium dengan Gaya dan Teknologi Terkini!

Ensiklopedia ini, yang terdiri dari dua jilid, memuat ratusan seni budaya dari berbagai penjuru Indonesia.

Di antara hal-hal yang dibahas adalah proses akulturasi nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal, yang digunakan sebagai media dakwah.

Melalui pendekatan seni budaya ini, dakwah Islam dihadirkan dengan cara yang ramah, damai, dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

Baca Juga : Usut Penyebab Mahalnya Harga Beras, KPPU Bentuk Tim Khusus

Harapannya, ensiklopedia ini akan menjadi sumber inspirasi, pengetahuan, dan penghargaan terhadap keindahan seni dan budaya Islam di Nusantara.

Selain itu, diharapkan juga dapat membantu masyarakat untuk memahami sejarah, nilai, dan pesan yang terkandung dalam seni budaya bangsa.

Lebih dari itu, ensiklopedia ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang harmoni budaya yang telah dibangun oleh masyarakat.

Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmad Dasuki, menekankan pentingnya memperkuat identitas keislaman sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

Peluncuran ensiklopedia ini diharapkan akan menjadi panduan bagi masyarakat dalam merenungkan kearifan yang telah ditorehkan oleh para pendahulu bangsa dalam membentuk kehidupan.

"Ini bukan hanya sebagai sumber referensi, tetapi juga sebagai bukti nyata dari komitmen kita untuk mewarisi dan melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita," paparnya.

Baca Juga : Xiaomi SU7: Sedan Listrik Meluncur di Eropa, Sasar 20 Juta Pengguna Premium

Sementara itu, Wida Sukmawati, Kepala Subdirektorat Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, mengungkapkan bahwa saat ini mereka tengah merencanakan untuk menyusun naskah buku yang berjudul "Ensiklopedia Arsitektur Islam dan Sastra Islam di Nusantara".

Semoga, dengan terbitnya naskah-naskah seni budaya Islam ini, dapat semakin mengukuhkan identitas bangsa, serta mengarahkan masyarakat untuk menjadi lebih religius, beradab, dan berbudaya. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#dakwah #islam #seni #budaya