RadarBangkalan.id — Seiring dengan kedatangan bulan suci Ramadan tahun 1445 H/2024 M, umat Muslim di seluruh dunia memasuki persiapan menuju ibadah puasa dengan semangat dan ketaqwaan yang tinggi.
Tetapi, tahun ini menjadi spesial dan memberikan nuansa positif yang luar biasa dengan hadirnya misi mulia: 500 pendakwah, dai, dan daiyah yang siap menjadi agen perubahan syiar Islam di wilayah terpinggir, tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pada tanggal 1 Maret 2024, Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia mengukir tanda monumental dengan mengirim rombongan 500 pendakwah,
memanfaatkan momentum Ramadan sebagai panggung utama untuk menyebarkan pesan dakwah yang penuh makna.
Para pendakwah ini bukan sekadar penyampai pesan, melainkan duta syiar Islam di wilayah 3T, di mana kehadiran cahaya Islam masih membutuhkan sentuhan kelembutan dan keberanian.
Acara pelepasan resmi, yang digelar di Jakarta pada Rabu, 28 Februari, menciptakan momen inspiratif yang memancarkan semangat keberanian.
Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, menggarisbawahi pentingnya tugas ini yang memerlukan "keberanian, ketekunan, dan keteguhan hati."
Beliau mendorong para pendakwah untuk menyampaikan pesan dakwah dengan rahmat penuh, menciptakan atmosfer yang menyejukkan, dan memperkuat kerukunan serta harmoni di tengah keberagaman.
"Jadilah para dai dan daiyah sebagai pelopor yang menjaga keutuhan dan keberagaman bangsa Indonesia.
Kebinekaan adalah ciptaan Ilahi yang harus kita syukuri dan jaga bersama-sama," kata Dasuki, memberikan semangat tinggi bagi rombongan pendakwah yang siap melangkah dalam misi dakwah mereka.
Program Dai 3T menjadi lambang komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan keagamaan kepada seluruh warga Indonesia, terutama di wilayah 3T yang sering terlupakan.
Wilayah ini tidak hanya diperhatikan karena ketinggalan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara.
Oleh karena itu, pesan dakwah yang diusung para pendakwah harus mempromosikan ajaran Islam yang moderat dan inklusif.
Dai 3T, yang digagas oleh Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag sejak tahun 2021, memberikan fondasi kuat bagi perluasan jangkauan dakwah Islam.
Pada 1 Maret 2024, 500 dai dan daiyah telah berangkat menuju 34 provinsi di Indonesia, menjalankan tugas mulia ini dengan tekad dan semangat yang tinggi.
Namun, misi dakwah tidak hanya terbatas di dalam negeri. Kemenag juga melibatkan para dai dan imam masjid untuk menyebarkan ajaran Islam di beberapa negara di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Korea, dan Uni Emirat Arab.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah Islam di tingkat internasional, menciptakan hubungan spiritual yang erat antara Indonesia dan dunia.
Dengan semangat dan keberanian sebagai senjata utama, para pendakwah tidak hanya menjadi ujung tombak dalam menyebarkan cahaya Islam di wilayah yang membutuhkan,
tetapi juga menciptakan momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan keberagaman selama bulan suci Ramadan.
Misi mulia ini memberikan arti baru pada Ramadan tahun ini, menjadi puncak perjuangan untuk memperluas dan memperkokoh pondasi ajaran Islam di wilayah yang terkadang terlupakan.
Lebih dari sekadar membawa pesan damai, mereka membawa harapan dan keceriaan kepada mereka yang merayakan Ramadan dengan semangat baru, menantikan hadirnya cahaya Islam yang memberikan harmoni di tengah ketidakpastian.***
Editor : Raditya Mubdi