News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BPS: Waspada Potensi Kenaikan Harga Pangan di Bulan Ramadhan

Ajiv Ibrohim • Sabtu, 2 Maret 2024 | 19:48 WIB
Harga ayam potong juga mengalami kenaikan  yang sebelumnya Rp30 ribu perkilogam, kini melonjak menjadi Rp38 per kilogramnya. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Harga ayam potong juga mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp30 ribu perkilogam, kini melonjak menjadi Rp38 per kilogramnya. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Radarbangkalan.id – Seiring dengan mendekatnya bulan Ramadhan, Badan Pusat Statistik (BPS) memperingatkan seluruh pihak terkait untuk memperhatikan potensi terjadinya inflasi yang biasanya terjadi pada periode ini.

Hal ini didasarkan pada data historis yang menunjukkan kecenderungan kenaikan harga pangan pada saat tersebut.

M. Habibullah, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, mengungkapkan hal ini dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Jumat yang lalu.

Menurutnya, komoditas pangan kerap menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi pada bulan Ramadhan.

Berdasarkan data historis, terlihat bahwa terjadi peningkatan inflasi pada beberapa komoditas pangan selama bulan Ramadhan.

Sebagai contoh, daging ayam ras mengalami kenaikan harga yang memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,06 persen pada bulan April 2021, 0,09 persen pada bulan April 2022, dan 0,01 persen pada bulan Maret 2023.

Begitu juga dengan komoditas seperti minyak goreng, beras, telur ayam ras, ayam hidup, daging sapi, dan gula pasir, yang masing-masing memiliki andil kontribusi inflasi pada periode tersebut.

Baca Juga : Jokowi Tinjau Langsung Proses Pembangunan di IKN, Progres Capai 74 Persen

Penting untuk dicatat bahwa hingga bulan Februari tahun ini, komoditas pangan masih menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan inflasi.

Data menunjukkan bahwa inflasi bulanan pada bulan Februari mencapai 0,37 persen, di mana inflasi harga bergejolak (volatile food) mencapai 1,53 persen.

Komoditas pangan tersebut memberikan kontribusi inflasi yang lebih tinggi (0,25 persen) dibandingkan dengan komponen lain seperti inflasi inti dan inflasi harga yang diatur pemerintah.

Baca Juga : Yamaha Pikat Pengunjung di IIMS 2024 dengan Varian Motor Terbarunya Lexi LX 155

Beras menjadi salah satu komoditas pangan yang paling signifikan dalam menyumbang inflasi hingga bulan Februari, di mana terjadi kenaikan harga beras di 37 provinsi.

Selain itu, komoditas seperti cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras juga ikut berperan dalam mendorong inflasi pada bulan Februari.

Baca Juga : Apple Umumkan Pembatalan Proyek Mobil Listrik Karena Alami Kerugian Hingga Miliaran Dolar

Deputi Statistik Produksi BPS menjelaskan bahwa inflasi pada komoditas cabai merah terjadi di berbagai level perdagangan, dengan angka inflasi yang mencapai 4,56 persen untuk produsen pedesaan, 16,01 persen untuk grosir, dan 17,78 persen untuk penjualan eceran.

Sementara itu, inflasi pada komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan harga pakan ternak ayam, seperti dedak, jagung pipilan, bekatul, dan bungkil.

Dengan inflasi tahunan sebesar 2,75 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 0,41 persen, perhatian terus diberikan terhadap stabilitas harga komoditas pangan, terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan yang biasanya menjadi periode sensitif terjadinya kenaikan harga. ***

Photo
Photo
Editor : Ajiv Ibrohim
#bps #pangan #harga #ramadhan