RadarBangkalan.id - Bulan Ramadhan adalah momen yang sangat dinanti oleh umat Islam karena terdapat banyak keutamaan dan kemuliaan bagi mereka yang menjalankan ibadah di bulan ini, seperti pahala yang berlipat ganda.
Salah satu kewajiban yang harus dilakukan selama bulan Ramadhan adalah berpuasa, sebagaimana yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
"يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ"
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Rasulullah juga menyampaikan:
"قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ"
"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu neraka Jahim ditutup.
Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi." (HR Ahmad)
Umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai ibadah wajib dan amalan di bulan Ramadhan. Untuk itu, penentuan awal Ramadhan turut dinanti umat Islam sebagai pembuka bulan penuh berkah ini.
Perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan di Indonesia adalah hal yang biasa. Kementerian Agama Republik Indonesia menyatakan bahwa 1 Ramadhan diperkirakan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024, tetapi penentuan ini masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan.
Pada saat yang sama, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan pada 11 Maret 2024,
sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) akan menunggu hasil rukyatulhilal yang dilakukan pada 10 Maret 2024.
Meskipun terdapat perbedaan dalam penetapan, kedua organisasi tersebut menghimbau umat Islam untuk menjaga persatuan dan toleransi dalam menyikapi perbedaan tersebut.
Editor : Ubaidillah