News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pelaku Seni Harapkan Pemerintah Tetap Pertahankan Dana Abadi Kebudayaan

Ajiv Ibrohim • Jumat, 8 Maret 2024 | 22:19 WIB
Yusuf Oeblet (kiri) sedang latihan musik. (Dokumentasi Pribadi)
Yusuf Oeblet (kiri) sedang latihan musik. (Dokumentasi Pribadi)

Radarbangkalan.id – Dana Abadi Kebudayaan, dengan nilainya yang melampaui Rp 5 triliun, memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kegiatan pelaku seni dan kebudayaan di Indonesia.

Kabar mengenai kemungkinan penggeseran dana ini untuk keperluan lain telah menciptakan kekhawatiran di kalangan pelaku seni dan budaya, mereka menyadari betapa pentingnya dana ini bagi eksistensi dan perkembangan mereka.

Yusup Oeblet, seorang seniman dan tokoh budaya yang aktif di Padepokan Yusuf Oeblet Bumi Seni Tarikolot, membagikan aspirasinya terkait pentingnya mempertahankan Dana Abadi Kebudayaan ke pemerintah.

Baginya, perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankan dana ini telah dimulai sejak lama, dengan puncaknya terjadi pada Kongres Kebudayaan tahun 2018.

Menurutnya, Dana Abadi Kebudayaan dan turunannya, Dana Indonesiana, merupakan bukti konkret dari kepedulian negara terhadap sektor kebudayaan.

"Pentingnya perhatian yang diberikan oleh negara terhadap kebudayaan baru benar-benar dirasakan di Indonesia dengan adanya dana seperti ini," ujarnya dalam wawancara dengan wartawan pada hari Kamis.

Baca Juga : Suzuki Pamerkan 6 Produk Modifikasi di Giicomvec 2024, Ada Model Ambulans dan Angkot

Oeblet menegaskan bahwa Dana Abadi Kebudayaan harus dipertahankan, terutama menghadapi perubahan pemerintahan di masa mendatang.

Dia menyoroti rumor-rumor tentang kemungkinan pengalihan dana ini untuk keperluan lain, yang dapat mengganggu kelangsungan kegiatan seni dan budaya di Indonesia.

Baca Juga : Mejeng Perdana di Giicomvec 2024, Wuling Pamerkan Formo Series

Pemerintah pertama kali menggelontorkan Dana Abadi Kebudayaan pada tahun 2018 dengan jumlah sekitar Rp 5 triliun.

Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya di seluruh Indonesia.

Salah satu keunggulan dari dana ini adalah distribusinya yang merata hingga ke pelosok negeri, memungkinkan para seniman lokal untuk merasakan manfaatnya.

Meskipun para seniman telah menunjukkan eksistensinya tanpa bergantung pada dana dari negara, bantuan keuangan ini memberikan mereka kesempatan lebih besar untuk berkembang dan diakui oleh masyarakat.

Oeblet sendiri telah menerima dana sebesar Rp 1,1 miliar untuk mendukung kegiatan institusional di Padepokan Seni Yusup Oeblet.

Baca Juga : Pamer di Giicomvec 2024, Isuzu Memperkenalkan Bus Sekolah Difabel hingga Mobil Pertambangan

Penggunaan Dana Indonesiana, yang merupakan pengelolaan dana dari Dana Abadi Kebudayaan, diharapkan dapat memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi kegiatan kebudayaan di Indonesia.

Dana ini tidak hanya digunakan untuk memajukan seni dan budaya, tetapi juga untuk pendidikan, dengan tujuan memperkuat pemahaman dan apresiasi siswa terhadap kebudayaan lokal dan nasional.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudristek) Hilmar Farid, pendanaan dari Dana Indonesiana telah berhasil memperkuat ekosistem kebudayaan di Indonesia.

Proyek-proyek kebudayaan yang didanai meliputi produksi seni, riset kebudayaan, serta partisipasi dalam forum kebudayaan dunia.

Kegiatan-kegiatan ini mendorong para seniman dan budayawan Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kreativitas mereka.

Baca Juga : ESDM: Motor Listrik Diklaim Mampu Tekan Emisi Karbon 40% Lebih Rendah dari BBM

Dengan demikian, pentingnya mempertahankan Dana Abadi Kebudayaan dengan nilai lebih dari Rp 5 triliun tidak hanya berdampak pada kelangsungan hidup para seniman dan budayawan, tetapi juga pada keberlanjutan kegiatan kebudayaan serta pembangunan ekosistem kebudayaan yang kuat di Indonesia. ***

Photo
Photo
Editor : Ajiv Ibrohim
#dana abadi kebudayaan #dana #pemerintah #pelaku seni