Radarbangkalan.id – Kantor Otoritas Bandara Wilayah VI telah menutup sementara operasional Bandara Minangkabau akibat terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat.
Penutupan ini dilakukan dari pukul 10.30 WIB hingga 14.00 WIB demi menjaga keselamatan penerbangan.
Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VI, Megi H. Helmiadi, menyatakan bahwa penutupan sementara tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai hal, terutama yang menyangkut keselamatan penerbangan dari dan ke bandara tersebut.
Langkah ini merujuk kepada hasil pengamatan sebaran abu vulkanik Gunung Marapi serta Notice To Airmen (Notam) bernomor B0536/24 NOTAMR B0535/24.
Penutupan BIM dilakukan dengan pertimbangan keselamatan para penumpang pesawat terbang.
Abu vulkanik memiliki potensi merusak fungsi mesin pada pesawat, menyumbat sistem pemantau kecepatan udara, mengganggu navigasi, membuat landasan menjadi licin, serta membahayakan aktivitas lepas landas dan mendarat pesawat.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Marapi dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB teramati asap kawah bertekanan sedang hingga kuat, berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas sedang hingga tebal serta tinggi mencapai 400-1000 meter di atas puncak kawah.
PVMBG juga mencatat adanya letusan dengan tinggi 1000 meter dan warna asap kelabu.
Dengan penutupan sementara ini, diharapkan dapat meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh sebaran abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.
Operasional Bandara Internasional Minangkabau dijadwalkan kembali normal setelah kondisi aman untuk penerbangan. ***
Editor : Ajiv Ibrohim