RadarBangkalan.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudrsitek) baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang menghapus Pramuka sebagai ekstrakurikuler sekolah (ekskul) wajib.
Langkah ini telah menciptakan gelombang pro dan kontra di kalangan netizen, memicu beragam tanggapan di media sosial.
Sebelumnya, Pramuka telah lama menjadi bagian integral dari ekstrakurikuler wajib, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.
Hal ini diatur dalam Permendikbud No 63 Tahun 2014.
Namun, dengan dikeluarkannya Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, maka tidak berlaku lagi ketentuan tersebut.
Permendikbud No. 12 Tahun 2024, yang ditetapkan pada 25 Maret dan mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yakni 26 Maret, telah menetapkan bahwa keikutsertaan dalam ekskul, termasuk Pramuka, menjadi sukarela.
Pro dan Kontra Terkait Pencabutan Pramuka Sebagai Ekskul Wajib
Meskipun kebijakan ini telah menuai banyak kritik, ada juga dukungan yang mengemuka dengan berbagai argumen yang diberikan.
Berikut adalah rangkuman dari berbagai pandangan.
"Kalau dlm kegiatan pramuka saat ini kurang relevan atau banyak yg disalah gunakan seperti bullying, senior-junior, dll, bukan berarti kegiatan pramuka yg dihapus, tapi permasalahannya yg harus di cari jalan keluarnya.." tulis @mayangratri_.
"Alhamdulillah. Seharusnya sejak dulu Pramuka gak wajib." tulis @okkymadasari
"menurut kami agak aneh juga kenapa ekskul wajib Pramuka dihilangkan. seharusnya konsep dan implementasinya yang dibenahi agar benar benar kepanduan jadi salah satu perimeter edukasi berkaitan dengan kebencanaan." tulis @infomitigasi.
"Pramuka itu bagus loh. Diwajibkan bagus kok. Toh jg ga kayak wajib militer. Believe me,waktu masih wajib aja anak skarang ga ada yg tau sandi morse. Apalagi ga diwajibkan. #pramuka" tulis @Johntir.
"#Pramuka menjadi ekskul tidak wajib. Buat gw yg sekolah negeri dari kecil karena gk ada duit klo ke swasta pun gw emang pemburu beasiswa (prestasi maupun tidak mampu) waktu itu. Pramuka emang useless, setidaknya utk pengalaman gw pribadi." tulis @GorengMawoot.
Dengan pro dan kontra yang kompleks ini, pencabutan status wajib Pramuka sebagai ekstrakurikuler sekolah akan terus menjadi topik perdebatan yang hangat di kalangan pendidik, orang tua, dan siswa. ***