News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Banjir Bandang di Sumbar Telan 50 Korban, Basarnas Masih Mencari 27 Warga Yang Hilang

Ajiv Ibrohim • Selasa, 14 Mei 2024 | 19:17 WIB
Pantauan drone BPBD Tanah Datar atas banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar. Sungai itu berhulu di Gunung Marapi dengan nama Sungai Malana atau Lona (BNPB)
Pantauan drone BPBD Tanah Datar atas banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar. Sungai itu berhulu di Gunung Marapi dengan nama Sungai Malana atau Lona (BNPB)

Radarbangkalan.id – BNPB bersama BPBD di Sumatera Barat (Sumbar) terus memutakhirkan kondisi evakuasi terhadap korban banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat galodo lahar dingin telah mencapai 50 orang.

Sebanyak 27 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif, oleh Basarnas korban luka-luka tercatat sebanyak 37 orang, sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai 3.396 jiwa.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan persnya merinci bahwa korban meninggal dunia tersebar di beberapa daerah, yakni Kota Padang Panjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kota Padang 1 orang, dan Kabupaten Padang Pariaman 8 orang.

"Data ini akan terus berkembang. Untuk membantu pencarian korban yang masih hilang, alat berat harus segera dikerahkan karena Basarnas memiliki golden time selama 6x24 jam," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada wartawan, Selasa (14/5).

"Kita akan tetap berupaya mencari sampai semua korban ditemukan. Apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang meminta agar pencarian tetap dilakukan, kita akan berusaha keras mencarinya," lanjutnya.

Selain fokus pada pencarian dan pertolongan korban terdampak, Suharyanto memastikan bahwa Pemerintah juga mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Kita sepakat dan berkomitmen bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus dipenuhi dengan baik, baik mereka yang menjadi korban, luka-luka, maupun yang sekarang mengungsi," ucap Suharyanto.

"Kami memastikan bahwa bantuan awal, baik berupa dana maupun barang kebutuhan sehari-hari, sudah diberikan dan akan dievaluasi secara terus-menerus sesuai perkembangan situasi," tambahnya.

Seusai rapat koordinasi, BNPB juga menyalurkan bantuan awal berupa Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 3,2 miliar kepada pemerintah daerah yang terdampak banjir lahar.

Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik berupa tenda pengungsian, tenda keluarga, sembako, makanan siap saji, hygiene kit, terpal, selimut, kasur, pompa air, lampu solar panel, toilet portable, gergaji pohon, dan perlengkapan kebersihan.

Pada kunjungan kerja hari kedua, Selasa (14/5), Suharyanto dijadwalkan bertolak ke daerah terdampak untuk melakukan tinjauan udara guna melihat secara langsung dampak kerusakan akibat banjir lahar dan longsor.

Lokasi tinjauan mencakup beberapa titik di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#basarnas #banjir bandang #korban #sumbar