Radarbangkalan.id – Para jamaah haji Indonesia mulai memadati Kota Makkah, Arab Saudi. Berdasarkan laporan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), hingga Sabtu (25/5), sebanyak 52.482 jamaah haji Indonesia telah memasuki Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman, mengingatkan para jamaah haji untuk menjaga kesehatan setiba di Makkah.
Ini sangat penting karena cuaca di Makkah saat ini jauh lebih panas dibandingkan di Indonesia.
"Cuaca di Makkah sangat ekstrem. Pada siang hari, suhu bisa mencapai hingga 42 derajat Celsius. Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan saat siang hari. Jaga kesehatan kalian hingga hari Arafah nanti, karena haji adalah Arafah," kata Khalilurrahman pada Senin (27/5).
Sejalan dengan Khalilurrahman, Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal, menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan para jamaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas di Makkah.
Pertama, jangan lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Alat-alat ini sangat membantu untuk melindungi diri dari teriknya matahari dan debu.
Kedua, penting untuk minum air yang cukup. "Jangan tunggu haus. Minumlah sesering mungkin. Kalau perlu, minum oralit agar elektrolit dalam tubuh cepat terganti," kata Nurul Jamal.
Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruangan. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung agar tubuh tetap dingin dan terhindar dari dehidrasi.
"Keempat, ini yang sangat penting juga, jangan beraktivitas berlebihan terutama jalan kaki di siang hari. Misalnya, jangan memaksakan diri untuk melakukan umrah di siang hari. Ini bisa berakibat fatal jika dipaksakan," tegasnya.
Dengan menjaga kesehatan dan mematuhi saran-saran dari petugas, diharapkan para jamaah haji bisa menjalani ibadah dengan lancar dan tanpa kendala kesehatan. ***
Editor : Ajiv Ibrohim