Radarbangkalan.id – Pakar ekspresi wajah menyoroti gestur Pegi, pembunuh Vina Cirebon, saat berontak di depan wartawan.
Pegi Setiawan, alias Perong, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Muhammad Rizky (Eky) di Cirebon, Jawa Barat, delapan tahun lalu.
Dalam siaran langsung Kompas TV, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan peran Perong dalam pembunuhan tersebut.
Ia menyatakan bahwa Perong menyuruh dan mengejar Rizky dan Vina dengan sepeda motor Beat berwarna oranye.
Perong memukul korban dengan balok kayu dan kemudian membawa mereka ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama seorang saksi.
Namun, saat mendengar penjelasan kepolisian, Perong terlihat menggelengkan kepala berkali-kali dan bahkan nekat berontak ketika Polda Jabar merilis kasus ini pada Minggu (26/5/2024). Pegi membantah telah membunuh Vina.
Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, mencoba menganalisis gestur wajah Pegi.
Dalam unggahan di akun Instagram @viral_seleb pada Senin (27/05/2024), Kirdi mengamati gelagat Pegi.
Menurutnya, Pegi tidak menunjukkan ekspresi marah meskipun berontak di depan wartawan.
Kirdi mencatat bahwa Pegi menggeleng-gelengkan kepala saat kronologi kasus dibacakan, namun tindakan ini tidak dapat dijadikan bukti bahwa Pegi tidak bersalah.
Kirdi juga menyoroti kejanggalan dalam gelagat Pegi yang menunduk setelah menggelengkan kepala.
Menurut Kirdi, menunduk bisa berarti menghindari paparan visual atau menunjukkan penyesalan.
Ia menyatakan bahwa jika Pegi tidak bersalah, seharusnya ia tidak perlu menghindari paparan visual.
"Setelah geleng-geleng, dia menunduk. Biasanya menunduk itu untuk menghindari paparan visual atau menunjukkan penyesalan," kata Kirdi.
Lebih lanjut, Kirdi menyoroti ucapan Pegi yang rela mati dan membantah membunuh Vina. Kirdi menyebut bahwa ucapan tersebut tidak memiliki konteks yang jelas dan tidak disertai ekspresi marah yang eksplisit.
"Ketika dia mengatakan tidak melakukan dan rela mati, konteksnya tidak nyambung dan tidak ada ekspresi marah secara eksplisit," ujar Kirdi.
Kirdi menambahkan bahwa sikap Pegi bisa membingungkan pihak kepolisian. Ia menyebut bahwa ketidaksesuaian dalam ekspresi Pegi bisa menimbulkan pertanyaan besar bagi kepolisian.
Netizen memberikan reaksi beragam terhadap analisis ini, dengan pendapat yang pro dan kontra mengenai kasus Pegi. ***
Editor : Ajiv Ibrohim