News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Waspada! Tiga Daerah Ini Bertatus Siaga Dampak Cuaca Ekstrem oleh BMKG

Ajiv Ibrohim • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:19 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem hujan lebat. (Musyawir/Antara)
Ilustrasi cuaca ekstrem hujan lebat. (Musyawir/Antara)

Radarbangkalan.id – Sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki potensi besar untuk mengalami kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status siaga bagi tiga wilayah diantaranya.

Menurut informasi yang diambil dari laman resmi BMKG pada Rabu (5/6) di Jakarta, daerah-daerah yang berada dalam status waspada meliputi Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan analisis cuaca dari BMKG, terdapat potensi hujan lebat di Kalimantan Selatan terutama pada siang hingga sore hari di Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Pada malam hari, hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat diperkirakan akan terjadi di wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Sementara itu, Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada pagi hingga siang hari dengan suhu berkisar antara 20-33 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 65-95 persen.

Wilayah Sulawesi Tenggara juga diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang pada pagi hingga dini hari di wilayah Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Kolaka, dan Kolaka Utara.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang dapat melanda Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Maluku, dan enam provinsi di Papua.

Adapun untuk wilayah DKI Jakarta, diperkirakan akan mendapat cuaca sebagian besar cerah hingga berawan pada pagi hingga dini hari, dengan kelembapan mencapai 60-100 persen pada malam hari, dan suhu berkisar antara 23-33 derajat Celsius.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa timnya menemukan bahwa potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia masih cukup tinggi, setidaknya hingga bulan September, meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Indonesia, seperti fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby, Kelvin, serta pola sirkulasi siklonik dan potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.

Guswanto juga menekankan bahwa kondisi tersebut dapat menyebabkan dampak cuaca ekstrem yang meliputi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, dan lain sebagainya, meskipun Indonesia saat ini juga memasuki musim kemarau (Juni-September 2024).

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi infoBMKG dan menghindari tersebarnya berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. ***

PENDAMPINGAN: Community Officer BTPN Syariah yang diharuskan mengadakan pertemuan dua minggu sekali dengan anggota PRS.
PENDAMPINGAN: Community Officer BTPN Syariah yang diharuskan mengadakan pertemuan dua minggu sekali dengan anggota PRS.
Editor : Ajiv Ibrohim
#bmkg #cuaca #status siaga #cuaca ekstrem #daerah