News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sangat Unik, Inilah Tradisi Perayaan Idul Adha di Indonesia yang Khasi dari Beberpa Daerah

Ajiv Ibrohim • Kamis, 6 Juni 2024 | 18:57 WIB
Potret perayaan Idul Adha di Indonesia. Sumber foto : (Unsplash.com/Fauzan)
Potret perayaan Idul Adha di Indonesia. Sumber foto : (Unsplash.com/Fauzan)

Radarbangkalan.id – Menjelang perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, seluruh umat muslim di seluruh dunia tengah mempersiapkan diri dengan semangat dan antusiasme tinggi, termasuk warga muslim di Indonesia.

Idul Adha adalah perayaan yang sangat penting bagi umat Islam karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di kota suci Mekah.

Sementara sebagian umat muslim menunaikan haji, umat muslim lainnya merayakan dengan melaksanakan shalat Idul Adha dan melakukan penyembelihan hewan kurban di wilayah dan negara mereka masing-masing.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki berbagai tradisi unik yang menyertai perayaan Idul Adha.

Tradisi-tradisi ini tidak hanya menambah semarak perayaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar umat muslim.

Dikutip dari laman Indonesia Travel, ada lima tradisi unik yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kota Semarang hingga Aceh.

1. Tradisi Apitan di Semarang, Jawa Tengah

Tradisi Apitan diisi dengan arak-arakan hasil tani dan ternak. Hasil-hasil tersebut kemudian akan diperebutkan oleh warga.

Konon, tradisi ini merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Wali Songo sebagai bentuk rasa syukur dalam perayaan Idul Adha.

Selain arak-arakan hasil bumi, acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan khas kearifan lokal Semarang yang unik dan menarik.

2. Tradisi Manten di Pasuruan, Jawa Timur

Tradisi ini cukup menarik karena hewan yang akan dikurbankan didandani dengan cantik, diberi kalungan bunga tujuh rupa, dan dibalut dengan kain kafan, sajadah, serta serban.

Setelah dihias bak pengantin, hewan kurban diarak menuju masjid. Setelah dipotong oleh panitia, masyarakat akan menikmati hidangan tersebut bersama-sama.

3. Tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Tradisi Grebeg Gunungan hampir mirip dengan Tradisi Apitan di Semarang. Warga muslim mengarak hasil bumi dari halaman Keraton hingga Masjid Gede Kauman.

Tradisi ini diwarnai dengan arakan sayur dan buah yang disusun menyerupai gunung, yang diyakini oleh masyarakat setempat bisa mendatangkan rezeki yang berlimpah.

4. Tradisi Gamelan Sekaten di Cirebon

Menurut masyarakat Cirebon, tradisi ini dipercaya sebagai metode dakwah oleh Sunan Gunung Djati, acara ini dimeriahkan dengan alunan gamelan di area Keraton Kasepuhan Cirebon.

Gamelan ini dimainkan seketika setelah Sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa, menandakan bahwa umat muslim di Cirebon sedang merayakan hari kemenangan.

5. Tradisi Meugang di Aceh

Pada perayaan Idul Adha di Aceh, seluruh pedagang menjajakan daging-daging segar, tradisi ini telah ada sejak ratusan tahun lalu.

Sejarah Meugang di Aceh bermula pada masa kerajaan, di mana hewan kurban dipotong dan dagingnya dibagikan secara gratis sebagai bentuk syukur atas kemakmuran tanah Aceh.

Selain itu, menurut laman Baznas, berkurban pada perayaan Idul Adha memiliki berbagai manfaat, seperti mendapatkan keberkahan di dunia, menghapus dosa, dan sebagai ungkapan rasa syukur.

Hal ini sejalan dengan pelaksanaan tradisi unik di Indonesia yang bertujuan mempererat tali persaudaraan, sehingga setiap momen perayaan terasa penuh kebersamaan.

Dengan adanya berbagai tradisi ini, perayaan Idul Adha di Indonesia tidak hanya menjadi waktu untuk menjalankan ibadah, tetapi juga untuk merayakan kekayaan budaya dan memperkuat hubungan antar sesama umat muslim. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#tradisi #perayaan idul adha #tradisi unik #idul adha