News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

LENGKAP! Keutamaan dan Niat Puasa Dzulhijjah 2024

Ubaidillah • Sabtu, 8 Juni 2024 | 15:28 WIB
Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Foto NU Online)
Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Foto NU Online)

Radarbangkalan.id - Di momen sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an,

dan melaksanakan berbagai ibadah sunnah lainnya. Termasuk di antaranya adalah puasa sunnah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah. Hal tersebut sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.

Ibnu Hajar (w. 1449 M) dalam Fath al-Bârî menjelaskan, keistimewaan sepuluh hari pertama tersebut disebabkan pada hari itu terkumpul ibadah-ibadah utama,

yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji. Sesuatu yang tidak ditemukan di bulan lain. (Ibnu Hajar, Fath al-Bârî, juz 3, h. 390).

Lebih tegas lagi, Syekh Zakaria al-Anshari (w. 1520 M) dalam Asnâ al-Mathâlib menjelaskan, pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah, disunnahkan untuk berpuasa.

Untuk tanggal satu sampai tujuh, disunnahkan bagi orang yang sedang menunaikan ibadah haji ataupun tidak,

sementara tanggal delapan (hari Tarwiyah) dan sembilannya (hari Arafah), hanya disunnahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Berpuasa bagi yang sedang menunaikan ibadah haji pada tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah hukumnya khilâful aulâ (menyalahi yang lebih utama), bahkan makruh menurut Imam An-Nawawi.

Niat Puasa Dzulhijjah

Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut adalah lafal niatnya:

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah
- Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
- Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ."

2. Niat pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah)
- Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
- Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ."

Baca Juga: Mulai Hari Ini! Panduan Lengkap dan Jadwal Puasa Dzulhijjah 1445 H, Jangan Lewatkan!

3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)
- Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
- Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ."

Karena puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunnah, maka bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat pada siang harinya,

yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selama ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah
- Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
- Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ."

2. Niat pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah)
- Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
- Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ."

3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)
- Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
- Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ."

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan (asyhur al-hurum), bulan Dzulhijjah memiliki beberapa keutamaan dibanding bulan lainnya.

Oleh karena itu, berpuasa pada sembilan hari pertama bulan tersebut juga memiliki keutamaan tersendiri. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Dilipatgandakan pahala
Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah,

satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Tirmidzi).

Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan (Mula al-Qari’, Mirqâh al-Mafâtîh, juz 3, h. 520).

2. Penghapusan dosa
Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).

Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).

3. Hari pembebasan dari siksa neraka
Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).

Wallâhu a’lam.

Editor : Ubaidillah
#puasa dzulhijjah #puasa 10 hari dzulhijjah #Puasa Dzulhijjah kapan #niat puasa arafah bulan dzulhijjah #jadwal puasa dzulhijjah