Radarbangkalan.id - Dalam menjalani momen penting menjelang Idul Adha, umat Muslim diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui sejumlah amalan,
termasuk di antaranya adalah puasa yang dianjurkan dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Di bawah ini adalah tiga macam puasa sunnah yang dianjurkan sebelum Idul Adha, yaitu Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah.
1. Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 7 bulan Dzulhijjah.
Niat Puasa Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
2. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi yang berhaji maupun yang tidak sedang berhaji, bahkan beserta tujuh hari sebelumnya.
Keistimewaan puasa Tarwiyah ini dapat menghapus dosa yang dibuat tahun lalu. Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijah.
Niat Puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”
3. Puasa Arafah
Puasa hari Arafah merupakan puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah, kecuali bagi jemaah haji,
karena mereka sedang mengerjakan rukun-rukun dan serangkaian amal dalam menunaikan ibadah haji.
Niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: "Saya niat puasa Arafah, Sunah karena Allah Ta’ala".
Dengan menjalankan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa-dosa yang telah lalu, dan memperoleh ridho-Nya. Semoga amalan kita diberkahi dan diterima oleh-Nya. Aamiin.