Radarbangkalan.id – Kucing menjadi salah satu hewan yang sangat dicintai oleh berbagai kalangan karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.
Namun, di balik popularitasnya sebagai hewan peliharaan, terdapat beberapa spesies kucing endemik Indonesia yang terancam punah karena populasinya mengalami penurunan drastis.
Spesies-spesies ini dilindungi oleh undang-undang dan dilarang untuk dipelihara oleh siapa pun.
Berikut adalah daftar spesies kucing endemik Indonesia yang hampir punah berdasarkan informasi dari situs Youtube Kucing Meong.
1. Kucing Emas
Kucing emas, atau Catopuma temminckii, merupakan salah satu spesies kucing endemik Indonesia yang hampir punah.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20 tahun 2018, kucing ini termasuk hewan yang dilindungi.
Kucing predator yang berasal dari pulau Sumatera ini memiliki ciri khas garis wajah berwarna putih pada pipinya dan bulu yang bervariasi serta sangat indah.
Spesies ini tersebar dari Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand, Malaysia, hingga Afrika. Postur tubuh kucing emas lebih besar dibandingkan dengan kucing rumahan, dengan panjang tubuh mencapai 116—161 sentimeter saat dewasa dan berat antara 12—15 kilogram.
2. Kucing Batu
Kucing batu, atau Pardofelis marmorata, adalah jenis kucing liar yang sering ditemukan di hutan Indonesia.
Spesies ini terancam punah dengan persebaran yang menyusut drastis, sejak tahun 2002 kucing ini masuk dalam kategori spesies rentan oleh IUCN dengan populasi efektif kurang dari 10.000 ekor dewasa.
Kucing batu memiliki ukuran yang lebih kecil, pandai memanjat, dan sering berdiam di pohon. Persebarannya meliputi dari kaki pegunungan Himalaya di Nepal hingga ke timur di China barat daya, dan ke selatan di daratan Asia Tenggara, termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Kucing batu memiliki pola totol-totol yang sangat khas pada bulunya, mirip dengan macan dahan.
Warna bulunya berkisar dari abu-abu kecoklatan hingga coklat kuning kemerahan dengan totol besar.
3. Kucing Bakau
Kucing bakau, juga dikenal sebagai salah satu spesies yang mendekati kepunahan menurut IUCN, menghadapi ancaman serius akibat habitat basahnya yang dirusak oleh manusia untuk pemukiman.
Kucing ini tinggal di sepanjang sungai dan rawa-rawa bakau dan memiliki keahlian berenang yang sangat baik.
Mereka lincah saat berenang dan menyelam untuk memburu mangsa seperti ikan, katak, ular, dan burung.
Antara sela-sela jari kucing bakau terdapat selaput yang memudahkannya bergerak di air.
Panjang tubuh kucing bakau sekitar 75 sampai 86 cm dengan berat antara 6 sampai 12 kg.
Tubuhnya pendek dan kekar, dengan jantan yang lebih besar daripada betina. Keduanya mampu hidup hingga 12 tahun.
4. Macan Dahan Kalimantan
Spesies kucing endemik Indonesia lainnya yang hampir punah adalah macan dahan Kalimantan, atau Neofelis diardi borneensis.
Kucing ini berukuran sedang dan dapat ditemukan di hutan Pulau Kalimantan dan Sumatra.
Macan dahan memiliki kebiasaan unik, yakni menghabiskan banyak waktu di atas pohon dan mampu bergerak dengan lincah di antara pepohonan.
Spesies ini juga merupakan hewan nokturnal yang aktif berburu di malam hari.
Keselamatan dan keberlangsungan hidup spesies-spesies kucing endemik ini sangat bergantung pada upaya konservasi dan perlindungan habitat mereka dari ancaman manusia.
Pelestarian mereka tidak hanya penting untuk keanekaragaman hayati Indonesia tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem alami di kawasan mereka tinggal. ***
Editor : Ajiv Ibrohim