RadarBangkalan.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah salah satu dari 210 kementerian dan lembaga pemerintah yang terkena dampak serangan siber ransomware di Pusat Data Nasional (PDN).
Meski demikian, Kementerian PUPR memastikan bahwa operasional mereka tidak terganggu akibat insiden tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah, menegaskan bahwa meskipun menghadapi serangan siber yang cukup serius, sistem pengenalan wajah (face recognition) untuk pegawai yang akan masuk ke kantor masih berfungsi dengan baik.
"Kami tetap beroperasi seperti biasa meskipun ada serangan siber. Sistem pengenalan wajah saya masih dapat digunakan, seperti yang diumumkan oleh Kementerian Kominfo," ujar Zainal di Kantor Kementerian PUPR pada Jumat (28/6/2024).
Zainal juga menambahkan bahwa meskipun ada gangguan pada layanan publik akibat serangan ini, operasional internal Kementerian PUPR tidak terpengaruh secara signifikan.
Hal ini tidak lepas dari keberadaan backup data digital yang tersedia di server internal mereka sebelum data tersebut diintegrasikan ke PDN.
"Tentu saja kami memiliki backup data yang memadai sebelum data diintegrasikan ke PDN. Ini adalah langkah preventif yang kami ambil untuk memastikan kelancaran operasional," jelasnya.
Pihak Kementerian PUPR juga akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana dampak dari serangan siber ini terhadap data dan operasional mereka.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, sebelumnya mengungkapkan bahwa serangan siber ini dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan sebagai Brain Chiper.
Proses pemulihan layanan pasca serangan sedang berlangsung, meskipun kerugian pastinya belum dapat dipastikan secara spesifik. ***