Radarbangkalan.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 45 kilogram dengan modus yang terbilang baru.
Modus ini terbilang unik karena berbeda dari modus penyelundupan narkoba yang biasa ditemui.
Sabu tersebut disembunyikan di dalam sebuah mobil yang kemudian diantarkan oleh kurir ke lokasi yang telah ditentukan.
Kurir dan penerima tidak bertemu secara langsung, melainkan hanya meninggalkan mobil di tempat yang telah disepakati.
Baca Juga: 45 Kg Sabu Ditemukan di Parkiran Rumah Sakit, 2 Pelaku Masih Buron
Setelah itu, penerima akan mengambil mobil tersebut dan membawa kabur sabunya.
"Modusnya titip mobil. Jadi nanti mobil berisi narkoba diantar ke alamat tujuan. Antara kurir dan orang yang menyimpan mobil di parkiran RS itu tidak saling kenal," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Donald Parlaungan Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (5/7).
Kronologi Pengungkapan Kasus
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi tersebut.
Pada Kamis (4/7) sekitar pukul 09.30 WIB, petugas melihat seorang pria mencurigakan yang berada di dalam mobil di parkiran Rumah Sakit Fatmawati.
Petugas kemudian menggeledah mobil tersebut dan menemukan 45 bungkus teh Tiongkok yang berisi sabu.
Pelaku dan Barang Bukti
Pelaku yang diamankan dalam kasus ini adalah AS, 22 tahun.
Kepada polisi, AS mengaku bahwa dia dibayar untuk mengantarkan sabu tersebut ke daerah Bintaro, Tangerang Selatan, disana sabu tersebut akan diambil oleh orang yang telah memesannya.
Polisi menyita barang bukti berupa 45 bungkus sabu dengan berat total 45 kilogram. Taksiran harga sabu tersebut mencapai Rp 45 miliar.
Baca Juga: Jokowi Segera Terbitkan Keppres Pemberhentian Hasyim Asy'ari dari Jabatan Ketua KPU
Pelaku Lain Masih Diburu
Saat ini, polisi masih memburu pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba ini, terutama orang yang akan menerima sabu tersebut.
"Orang yang menyimpan mobil tersebut yang lagi kita buru," jelas Donald.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang bahaya narkoba dan modus-modus baru yang digunakan para pengedar untuk mengelabui petugas. ***