Tanah Longsor di Tambang Rakyat Gorontalo: Korban Meninggal Bertambah Menjadi 12 Orang, 48 Orang Masih Dicari
RadarBangkalan.id - Musibah tanah longsor yang melanda kawasan tambang rakyat Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango, Gorontalo, pada Senin (8/7) pagi, meninggalkan luka mendalam.
Hingga Selasa (9/7) pagi, jumlah korban meninggal dunia mencapai 12 orang, dengan 48 orang masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari 230 personel dari berbagai instansi terus bekerja keras mencari para korban yang tertimbun longsor.
Upaya pencarian terhambat oleh cuaca hujan dan kondisi medan yang sulit, dengan jembatan penghubung yang putus akibat banjir bandang.
Baca Juga: Pegi Setiawan Mengaku Dipukul dan Diancam Polisi Saat Ditangkap
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Hariyanto, menjelaskan bahwa data terakhir yang tercatat di Posko SAR menunjukkan total 104 orang terdampak musibah ini.
Dari jumlah tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal dunia, 44 orang selamat, dan 48 orang masih dalam pencarian.
Korban meninggal telah dievakuasi ke RS Bhayangkara, sedangkan korban selamat yang mengalami luka-luka dirawat di RSUD Aloei Saboe dan RSUD Toto Kabila.
Identitas Korban dan Kendala Pencarian
Tim SAR masih terus mengumpulkan data dan identitas para korban, baik dari personel di lokasi tambang, korban selamat, maupun keluarga korban, sampai saat ini satu orang korban meninggal belum diketahui identitasnya.
Baca Juga: Pegi Setiawan Menuntut Pemulihan Nama Baik dan Ganti Rugi Usai Menang Praperadilan
Upaya pencarian dihadapkan pada beberapa kendala utama, yaitu:
- Cuaca hujan dan kondisi medan yang sulit: Hujan deras dan medan yang terjal menghambat pergerakan tim SAR dalam mencapai lokasi dan melakukan pencarian.
- Jembatan penghubung putus: Banjir bandang telah memutus jembatan penghubung, sehingga personel SAR harus berjalan kaki sejauh 23,7 kilometer dari Posko SAR induk menuju lokasi tambang.
- Kurangnya penerangan: Minimnya penerangan di lokasi tambang menyulitkan tim SAR untuk melakukan pencarian pada malam hari.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk mencari dan mengevakuasi para korban. Berikut beberapa upaya yang dilakukan:
- Penambahan personel: Sebanyak 230 personel dari berbagai instansi dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.
- Penerjunan anjing pelacak: Polda Gorontalo telah mendatangkan anjing pelacak atau K9 untuk membantu mencari korban yang tertimbun longsor.
- Pembagian tim SAR: Personel SAR dibagi menjadi beberapa regu untuk melaksanakan operasi SAR di pos-pos yang telah ditentukan.
- Penempatan personel di titik strategis: Personel SAR ditempatkan di beberapa titik yang dilalui personel lain saat melakukan evakuasi korban, untuk mempermudah proses tersebut.
Hariyanto berharap dan berdoa agar operasi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, dia juga meminta doa dari masyarakat untuk kelancaran proses pencarian dan evakuasi para korban. ***