Radarbangkalan.id - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, membawa kabar terbaru mengenai proyek Kereta Cepat Whoosh.
Dalam pernyataannya usai Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (24/7/2024), Dwiyana mengungkapkan bahwa kelanjutan proyek Whoosh hingga Surabaya masih dalam tahap pembahasan dengan pihak Tiongkok.
"Itu lagi dibahas dengan Tiongkok," kata Dwiyana.
Lebih lanjut, Dwiyana menjelaskan bahwa saat ini prosesnya masih dalam tahap prastudi kelayakan (pra-feasibility study) yang dikerjakan bersama oleh pihak Indonesia dan China.
Baca Juga: Pesawat Saurya Airlines Jatuh Saat Lepas Landas di Kathmandu, Tewaskan 18 Orang
Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini masih dalam tahap awal penjajakan dan belum ada keputusan final terkait kelanjutannya.
Selain pembahasan kelanjutan proyek, Dwiyana juga menjelaskan bahwa tim KCIC tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang sudah beroperasi.
Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk tren penumpang dan operasional.
Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar untuk pembahasan kerja sama lanjutan dengan pihak Tiongkok terkait proyek Whoosh.
"Karena pihak Tiongkok yang lebih memiliki pengalaman terkait masalah safety operasi pelayanan," jelas Dwiyana.
Meskipun demikian, Dwiyana dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo enggan membeberkan apakah kelanjutan proyek KCJB hingga Surabaya ini juga dibahas dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Konsumen Viralkan Jentik Hitam di Galon Aqua, GAPMMI Prihatin dan Pakar Ingatkan Potensi Pidana
Sebelumnya, pada Senin (22/4/2024), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah mengumumkan bahwa Indonesia dan China sepakat untuk membentuk tim khusus dalam rangka melanjutkan proyek Whoosh.
Luhut juga menjelaskan bahwa studi kelayakan proyek sedang berlangsung dan pembicaraan terkait pendanaan, termasuk soal pinjaman dan bunga, juga sedang dilakukan dengan cermat agar tidak membebani di kemudian hari.
"Sekarang bicara soal bunganya, kita berangkat dari pengalaman Jakarta-Bandung pasti kita bikin lebih murah karena dulu masalah tanah, kita udah tahu kiat-kiatnya terowongan misalnya seminim mungkin bikin terowongan misal," tutur Luhut.
Kabar terbaru ini menunjukkan bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Surabaya masih dalam tahap awal pembahasan dan belum ada kepastian kapan proyek ini akan dilanjutkan.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Berpeluang Tinggi untuk Dampingi Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng
Diperlukan waktu dan pembahasan lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan final antara Indonesia dan China.
Meskipun demikian, pernyataan dari para menteri terkait menunjukkan komitmen dan optimisme kedua negara untuk mewujudkan proyek ambisius ini.
Keberhasilan proyek Whoosh diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh perjalanan antara Jakarta dan Surabaya, mendorong konektivitas antar wilayah, dan meningkatkan perekonomian nasional. ***