Radarbangkalan.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, optimis bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dihemat hingga Rp 130 triliun jika subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) diterapkan secara tepat sasaran.
Penghematan ini, menurutnya, dapat dialokasikan untuk program-program percepatan pembangunan dan peningkatan bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
"Oleh karena itu, penting untuk memastikan subsidi tepat sasaran," tegas Eddy di Jakarta, Rabu (24/7/2024), upaya ini dapat dilakukan melalui beberapa langkah, seperti:
Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Jakarta Dikabarkan Akan Sampa ke Surabaya
1. Sosialisasi yang Masif dan Mudah Dipahami:
Eddy menekankan pentingnya sosialisasi kebijakan subsidi BBM kepada masyarakat, sosialisasi ini harus dilakukan dengan cara yang mudah dipahami, bukan hanya dengan angka-angka rumit.
Masyarakat perlu memahami urgensi pembatasan BBM bersubsidi dan mengapa APBN perlu mengurangi beban subsidi energi.
"Sejak awal Komisi VII DPR RI sudah menyampaikan bahwa rencana pembatasan subsidi BBM harus dikomunikasikan secara baik kepada masyarakat supaya tidak menimbulkan keresahan," jelas Eddy.
2. Penegakan Hukum yang Konsisten:
Selain sosialisasi, penegakan hukum yang konsisten di seluruh wilayah juga menjadi kunci untuk mencapai subsidi tepat sasaran.
Eddy menyayangkan masih adanya kelonggaran dan toleransi dalam penegakan hukum selama ini, yang mengakibatkan subsidi energi tidak mencapai sasaran yang tepat.
Baca Juga: Pesawat Saurya Airlines Jatuh Saat Lepas Landas di Kathmandu, Tewaskan 18 Orang
3. Data yang Andal dan Terintegrasi:
Pemberian subsidi tepat sasaran membutuhkan data yang paling reliable dan terintegrasi.
Data ini harus mencakup informasi mengenai masyarakat yang berhak menerima subsidi, jenis kendaraan yang menggunakan BBM bersubsidi, dan kuota konsumsi yang wajar.
4. Subsidi Langsung kepada Orang, Bukan Barang:
Eddy mengusulkan agar subsidi diberikan langsung kepada orang, bukan pada barang.
Hal ini diharapkan dapat meminimalisir penyelewengan dan memastikan subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
Manfaat Penghematan Subsidi:
Eddy mencontohkan bahwa penghematan subsidi BBM sebesar Rp 100 triliun pada tahun 2022 dapat digunakan untuk:
- Memberikan beasiswa kepada 8,3 juta siswa.
- Membangun 40.000 sekolah.
- Membangun 20.000 puskesmas.
Baca Juga: Konsumen Viralkan Jentik Hitam di Galon Aqua, GAPMMI Prihatin dan Pakar Ingatkan Potensi PidanaEddy berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan subsidi BBM tepat sasaran.
Menurutnya, komunikasi publik yang baik dan transparan dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi mereka dalam program ini.
"Kalau komunikasi publiknya baik, masyarakat justru akan antusias karena memberikan dampak yang baik untuk lingkungan," tutur Eddy.
Penerapan subsidi BBM tepat sasaran bukan hanya berpotensi menghemat anggaran negara, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan sosialisasi yang masif, penegakan hukum yang konsisten, data yang andal, dan skema subsidi yang tepat, target penghematan Rp 130 triliun dari subsidi BBM bukan lagi hal yang mustahil. ***
Editor : Ajiv Ibrohim