News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BMKG Imbau Warga Tidak Panik Menghadapi Potensi Megathrust, Contoh Warga Jepang

Azril Arham • Rabu, 21 Agustus 2024 | 22:49 WIB

 

Ilustrasi Gempa Megathrust
Ilustrasi Gempa Megathrust

RadarBangkalan.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi potensi gempa megathrust yang bisa terjadi di wilayah Indonesia.

BMKG mencatat ada 13 segmentasi sumber megathrust yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Namun, BMKG menekankan bahwa informasi ini tidak boleh disalahartikan sebagai prediksi atau peringatan dini akan terjadinya gempa dalam waktu dekat.

Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dengan adanya informasi mengenai potensi gempa megathrust.

Ia mencontohkan perilaku masyarakat Jepang yang sudah terbiasa menghadapi gempa sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

“Di Jepang, perilaku mengamati dan mempelajari pola gempa sudah dilakukan sejak 1.137 tahun yang lalu, terutama setelah gempa Hakuho Nankai dan tsunami yang terjadi pada tahun 684. Mereka mencatat setiap urutan gempa dan menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki sistem mitigasi. Masyarakat Jepang juga tidak mudah panik, mereka justru menggali sejarah untuk memperkuat strategi mitigasi bencana," ujar Dwikorita dalam webinar bertema "Waspada Gempa Megathrust" yang diselenggarakan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Rabu (21/8/2024).

Prof. Dwikorita juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi masyarakat mengenai gempa bumi dan tsunami.

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap bahaya gempa dan tsunami semakin meningkat, terutama setelah kejadian gempa dan tsunami di Aceh pada tahun 2004.

“Sejak kejadian Aceh, literasi masyarakat sangat baik. Mereka lebih siap dan tidak mudah panik ketika menerima informasi terkait potensi gempa,” kata Dwikorita.

Ia juga menambahkan bahwa BMKG tidak akan menutupi informasi tentang potensi gempa megathrust.

Tujuan dari penyampaian informasi ini adalah untuk menyempurnakan langkah-langkah mitigasi, bukan untuk menimbulkan kepanikan.

Megathrust adalah sumber gempa yang terbentuk di zona subduksi lempeng, yaitu pertemuan dua lempeng tektonik di kedalaman kurang dari 50 km.

Jika terjadi, megathrust bisa memicu gempa bumi dengan kekuatan destruktif yang sangat besar dan berpotensi menyebabkan tsunami.

Untuk mengantisipasi hal ini, BMKG telah melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk menyiagakan 533 sensor seismograf untuk mendeteksi gempa bumi.

Selain itu, BMKG juga mengadakan sekolah lapang gempa bumi dan tsunami serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Potensi gempa dan tsunami memang selalu ada, tetapi waktu kejadiannya tidak dapat diprediksi," tegas Dwikorita.

BMKG telah memetakan 13 segmentasi sumber gempa zona megathrust di Indonesia, yang meliputi:

1. Megathrust Aceh-Andaman - M 9,2
2. Megathrust Nias-Simeulue - M 8,7
3. Megathrust Kepulauan Batu - M 7,8
4. Megathrust Mentawai-Siberut - M 8,9
5. Megathrust Mentawai-Pagai - M 8,9
6. Megathrust Enggano - M 8,4
7. Megathrust Selat Sunda - Banten - M 8,7
8. Megathrust Jawa Barat - Jawa Tengah - M 8,7
9. Megathrust Jawa Timur - M 8,7
10. Megathrust Sumba - M 8,5
11. Megathrust Sulawesi Utara - M 8,5
12. Megathrust Lempeng Laut Filipina - M 8,2
13. Megathrust Utara Papua - M 8,7

Belajar dari Jepang, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik menghadapi informasi mengenai potensi gempa megathrust.

Sebaliknya, literasi dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan agar mitigasi bencana bisa dilakukan dengan lebih baik. 

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus memperkuat pemahaman tentang gempa bumi dan tsunami demi keselamatan bersama. ***

 

Editor : Azril Arham
#bmkg #megathrust #jepang #gempa megathrust di indonesia #gempa megathrust #gempa megathrust adalah #Potensi Megathrust Mentawai #gempa