News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Megathrust Menghantui ! Ini Tips Penting BMKG untuk Pelaku Wisata

Azril Arham • Selasa, 27 Agustus 2024 | 23:38 WIB

 

Ilustrasi. Indonesia dikepung sejumlah segmen megathrust yang bisa meledak kapan pun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ilustrasi. Indonesia dikepung sejumlah segmen megathrust yang bisa meledak kapan pun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

RadarBangkalan.id - Isu megathrust sudah mulai menyentuh sektor pariwisata, dan pelaku wisata perlu waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan saran penting agar para pelaku wisata lebih siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya megathrust.

Pertanyaan yang sering muncul di benak kita adalah, "Kapan megathrust akan terjadi?" Sayangnya, jawabannya tidak pasti.

BMKG menegaskan bahwa megathrust tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi dan seberapa besar kekuatannya. Namun, yang bisa kita lakukan adalah bersiap diri dengan memahami mitigasi bencana.

Menurut Suci Dewi Anugerah, Kepala Bidang Mitigasi Tsunami Samudra Hindia dan Pasifik BMKG, ada beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan oleh pelaku wisata.

Dalam acara The Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (26/8/2024), Suci berbagi tips penting untuk pelaku wisata.

Pertama, penting bagi pengelola kawasan wisata, termasuk hotel, untuk melakukan penilaian risiko. Mereka harus memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi di wilayahnya.

“Ini adalah langkah awal yang krusial agar pengelola wisata bisa lebih siap menghadapi bencana,” kata Suci.

Setelah mengenali potensi bahaya, langkah selanjutnya adalah memahami bagaimana proses evakuasi yang tepat.

Misalnya, berapa banyak wisatawan yang mungkin berada di area tersebut, dan bagaimana rencana evakuasinya?

Suci juga mengingatkan agar hotel memeriksa kembali kesiapan rambu dan jalur evakuasi.

“Coba cek, apakah rambu-rambu dan jalur evakuasi sudah siap dan jelas?” tambahnya.

Salah satu poin penting lainnya adalah memastikan bahwa hotel memiliki rambu evakuasi yang jelas, serta pemahaman yang baik tentang penggunaan pintu darurat.

Persiapan lain yang juga penting adalah alarm evakuasi yang berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, Suci juga menekankan pentingnya edukasi bagi tamu hotel. Misalnya, dengan menyediakan materi informasi kesiapsiagaan seperti poster yang ditempel di area hotel.

“Sayangnya, masih banyak hotel yang belum melakukan safety briefing kepada tamunya, padahal ini adalah standar keselamatan yang penting,” katanya.

Hotel yang berada di kawasan rawan gempa bumi dan tsunami sebaiknya memberikan safety briefing kepada tamu sebelum acara dimulai.

Ini akan membantu tamu memahami apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat. Selain itu, penting bagi pegawai hotel untuk terlatih dan rutin mengikuti sosialisasi serta simulasi.

Terakhir, hotel juga harus siap dengan SOP rencana kontingensi yang jelas. Pastikan command center berfungsi dan mampu mendapatkan informasi gempa bumi dan tsunami dari BMKG secara real-time.

Dalam kesempatan itu, Suci juga menegaskan bahwa megathrust bukan sekadar isu, melainkan kenyataan yang sudah pernah terjadi di Indonesia.

“Kita semua ingat tsunami Aceh 2004 dengan kekuatan lebih dari 9 magnitudo, serta tsunami Mentawai 2010 dan tsunami Pangandaran 2006. Semua ini adalah contoh nyata dari gempa megathrust yang telah terjadi,” ujarnya. ***

Photo
Photo
BERKAH: Ibu-ibu atau emak-emak yang menjadi relawan atau awe-awe di jalur gumitir membawa berkah tersendiri ketika ada kecelakaan. (JUMAI/RJ)
BERKAH: Ibu-ibu atau emak-emak yang menjadi relawan atau awe-awe di jalur gumitir membawa berkah tersendiri ketika ada kecelakaan. (JUMAI/RJ)
Editor : Azril Arham
#Megathrust di Jatim #bmkg #megathrust #megathrust indonesia #gempa megathrust #megathrust adalah