Radarbangkalan.id - Sebelum insiden tragis yang merenggut nyawa Benny Laos, calon Gubernur Maluku Utara, momen terakhir bersama istrinya, Sherly Tjoanda, berhasil direkam.
Benny Laos, yang dikenal sebagai pengusaha dan politikus, pernah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai dari 2017 hingga 2022.
Pada tahun 2023, ia diangkat menjadi Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan hingga wafat pada 2024, meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu, 12 Oktober 2024, ketika speedboat yang ditumpangi Benny Laos meledak dan terbakar di Pelabuhan Bobong, Desa Bobong, Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Sherly Tjoanda, yang ikut dalam perjalanan tersebut, berhasil diselamatkan meskipun mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.
Benny Laos dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa jam mendapatkan perawatan medis.
Direktur RSUD Bobong, drg Cecilia Octabia Mbotengu, mengonfirmasi bahwa Benny meninggal pada pukul 17.20 WIT. "Dokter yang menangani sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Bapak Benny Laos," ungkapnya.
Dari total 22 korban yang berhasil dievakuasi, enam orang, termasuk Benny Laos, dinyatakan meninggal.
Sementara itu, 12 lainnya, termasuk Sherly Tjoanda, selamat namun memerlukan perawatan intensif.
Dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Sherly Tjoanda berbagi cerita tentang perjalanan tersebut.
Ia menyampaikan bagaimana ia menemani suaminya yang tengah berjuang dalam Pilkada 2024. "Tuhan jaga dia @benny.laos," tulisnya.
Meskipun merasa lelah dan ingin beristirahat di kapal, Benny memilih untuk turun, berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mendengarkan kebutuhan mereka. ***
Editor : Ajiv Ibrohim