RadarBangkalan.id - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka baru saja dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.
Dalam momen penting ini, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Ali Ghufron Mukti, berbagi harapannya mengenai masa depan lembaga ini di bawah kepemimpinan baru.
Prof. Ghufron menekankan bahwa BPJS Kesehatan merupakan skema asuransi sosial yang tercepat dan terbesar di Indonesia, melayani lebih dari 200 juta jiwa.
"Kami berharap BPJS Kesehatan bisa terus berkelanjutan, karena ini adalah bentuk gotong royong yang sangat berarti bagi ratusan juta masyarakat Indonesia. Kami ingin BPJS Kesehatan dikenal sebagai sistem yang komprehensif dan terintegrasi di dunia," ungkap Prof. Ghufron setelah menerima penghargaan di detikcom Awards 2024, yang diadakan di The Westin, Jakarta Selatan, pada 17 Oktober 2024.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian terhadap keberlanjutan BPJS Kesehatan menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam masa transisi pemerintahan saat ini.
"Sayang sekali jika BPJS Kesehatan tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya. Kami berharap pemerintah bisa memastikan bahwa sistem ini terus berfungsi dengan baik dan semakin membaik di masa mendatang," lanjutnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kenaikan iuran, Prof. Ghufron menjelaskan bahwa perubahan tersebut memang perlu dikaji secara regulasi.
Dalam empat tahun terakhir, iuran tidak mengalami kenaikan.
"Kenaikan iuran mungkin akan diberlakukan pada Juni 2025 mendatang. Ini penting agar BPJS Kesehatan tetap bisa beroperasi dengan baik dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," jelasnya.
Dengan harapan dan rencana yang matang, BPJS Kesehatan diharapkan bisa terus menjadi tulang punggung kesehatan masyarakat Indonesia di era Prabowo-Gibran. ***
Editor : Azril Arham