Radarbangkalan.id - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) Cabang Kupang melaporkan bahwa empat bandara di Pulau Flores,
Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak beroperasi sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Erupsi ini juga menyebabkan 10 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Bagnaia Menang Dramatis di MotoGP Malaysia 2024, Perebutan Gelar Berlanjut
“Ada empat bandara yang ditutup dengan adanya erupsi Gunung Lewotobi,” kata General Manager AirNav Cabang Kupang, I Nyoman Oka Wiraman, saat dihubungi di Kupang pada Senin.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi pada Minggu (3/11) malam, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, gedung sekolah, dan asrama.
Empat bandara yang ditutup sementara adalah Bandara H Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende, Bandara Soa di Bajawa, Bandara Gewayantana di Larantuka, dan Bandara Frans Seda di Kabupaten Sikka, Maumere.
Bandara Frans Seda di Maumere sudah tidak beroperasi selama lebih dari dua bulan sebagai dampak dari erupsi tersebut.
Tiga bandara lainnya dinyatakan tidak beroperasi sementara setelah maskapai Wings Air membatalkan sejumlah penerbangan ke lokasi-lokasi tersebut.
Maskapai khawatir debu vulkanik dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Sementara itu, Kepala Bandara Ende, Patah Atabri,
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain PSBS Biak vs Bali United di Liga 1 2024/2025
menyampaikan bahwa pada dasarnya Bandara Ende tidak ditutup secara resmi, namun maskapai membatalkan penerbangan ke Ende karena erupsi.
Patah Atabri menjelaskan bahwa abu vulkanik dari erupsi yang terjadi sekitar pukul 4.30 WITA pagi tadi bertebaran di udara dan mengganggu jarak pandang,
yang akhirnya memengaruhi jadwal penerbangan. “Penerbangan yang dibatalkan mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan hingga cuaca normal kembali,” ujar dia.
Editor : Ubaidillah