News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Alasan Psikologis Mengapa Banyak Perempuan Indonesia Memilih Childfree

Azril Arham • Minggu, 17 November 2024 | 19:48 WIB
Ilustrasi Childfree
Ilustrasi Childfree

RadarBangkalan.id - Saat ini, sekitar 71 ribu perempuan usia subur di Indonesia memutuskan untuk memilih hidup tanpa anak alias childfree.

Meskipun keputusan ini dianggap bisa berdampak pada penurunan angka kelahiran, banyak faktor yang mempengaruhi perempuan dalam mengambil langkah ini.

Menurut psikolog klinis Veronica Adesla, ada beberapa alasan mendalam yang bisa membuat perempuan enggan memiliki keturunan.

Veronica menjelaskan bahwa salah satu alasan utama perempuan memilih untuk childfree adalah ketidakmampuan mereka untuk merasa siap dalam berbagai aspek, baik itu mental, finansial, maupun sosial.

Banyak yang merasa belum cukup kuat atau siap untuk membesarkan anak, terutama dalam menghadapi tantangan hidup yang bisa semakin berat.

"Seseorang mungkin merasa belum siap untuk membesarkan anak karena tantangan mental yang harus dihadapi, seperti kesulitan mengatur emosi, atau khawatir tidak dapat menyediakan kehidupan yang layak untuk anak," ujar Veronica dalam wawancara dengan detikcom pada 16 November 2024.

Bagi sebagian orang, keputusan untuk childfree bukanlah sesuatu yang egois. Justru, mereka mungkin mempertimbangkan apakah mereka akan bisa memberikan anak mereka kehidupan yang baik, baik dari segi psikologis maupun finansial.

Bagi mereka, menjaga kesehatan mental anak yang akan lahir bisa lebih penting daripada sekadar mengikuti norma sosial atau budaya.

Di sisi lain, budaya patriarki yang masih cukup kuat di beberapa masyarakat, termasuk Indonesia, juga menjadi salah satu alasan perempuan enggan memiliki anak.

Dalam budaya ini, peran perempuan dalam mengasuh anak sering kali dianggap sebagai tanggung jawab sepenuhnya.

Hal ini bisa membuat perempuan merasa terbebani, terutama jika mereka merasa pasangan mereka tidak akan berbagi tanggung jawab dalam urusan pengasuhan.

Psikolog klinis Nirmala Ika MPsi, yang juga berbicara pada ANTARA, menekankan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak sebaiknya dilakukan bersama pasangan dan didiskusikan dengan matang.

Hal ini penting untuk menghindari konflik di kemudian hari dan memastikan bahwa keduanya sepakat dengan keputusan tersebut.

"Ketika pasangan sepakat untuk childfree, mereka juga bisa lebih kuat dalam menghadapi tekanan dari luar yang masih melihat keputusan ini sebagai hal yang salah," kata Nirmala.

Keputusan untuk memilih childfree memang bukan hal yang mudah. Namun, yang terpenting adalah menghormati pilihan setiap individu dan pasangan, serta memahami alasan di balik keputusan tersebut. ***

Editor : Azril Arham
#childfree #alasan childfree #keputusan childfree #psikologis #perempuan indonesia