Radarbangkalan.id - Komisi III DPR telah menetapkan lima calon Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) periode 2024-2029 setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 10 calon.
-
Benny Mamoto
Benny Jozua Mamoto adalah mantan polisi yang lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) 1977. Ia juga menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Krisnadwipayana dan meraih gelar magister serta doktor dari Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia.
Benny banyak berkarier di bidang reserse, termasuk sebagai Wakil Direktur II/Ekonomi di Bareskrim Mabes Polri pada 2006.
Karier puncaknya terjadi pada 2012-2013 sebagai Deputi Pemberantasan Narkotika BNN. Ia juga menjabat sebagai Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada 2020-2024. -
Chisca Mirawati
Chisca Mirawati adalah praktisi kepatuhan keuangan yang memiliki pengalaman luas di dunia perbankan sejak 1991 hingga 2018.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan di beberapa bank, termasuk PT Bank MNC Internasional Tbk dan Standard Chartered Bank Indonesia. Chisca juga mendirikan firma hukum CMKP Law-Chisca Mirawati, Kanya & Partners. -
Wisnu Baroto
Wisnu Baroto memiliki latar belakang sebagai jaksa. Ia pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung.
Wisnu juga pernah menjadi Kepala Subdit Tindak Pidana Ekonomi di Kejaksaan Agung dan Staf Ahli Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum sebelum mencalonkan diri sebagai anggota Dewas KPK.
Baca Juga: Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 125 FIFA Setelah Menang atas Arab Saudi -
Gusrizal
Gusrizal adalah seorang hakim yang kini menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin. Ia telah menduduki sejumlah jabatan di pengadilan, termasuk Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bogor, Wakil Ketua PN Surabaya, dan Ketua PN Jakarta Pusat pada 2016.
Gusrizal sempat menjadi sorotan publik karena menantunya, Kiky Saputri, seorang komika yang dekat dengan politisi pendukung Prabowo Subianto dan Joko Widodo. -
Sumpeno
Sumpeno adalah hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Jakarta yang memiliki pengalaman dalam sejumlah posisi kehakiman, termasuk Ketua PN Bengkalis, Ketua PN Balikpapan,
dan Wakil Ketua PN Jakarta Pusat. Dalam fit and proper test, ia mengusulkan pemasangan kamera mobile di gedung KPK untuk mengawasi aktivitas pimpinan KPK dan ruang kerja mereka. Sumpeno berharap kamera tersebut dapat diakses dari Gedung Dewas KPK.
Baca Juga: Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 125 FIFA Setelah Menang atas Arab Saudi