News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tragis! Siswa SD di Subang Meninggal Akibat Bullying, Kepala Sekolah Dinonaktifkan

Azril Arham • Selasa, 26 November 2024 | 23:21 WIB
Ilustrasi Bullying
Ilustrasi Bullying

RadarBangkalan.id - Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengambil tindakan tegas setelah kasus perundungan tragis yang menimpa ARO (9), seorang siswa SD yang meninggal dunia akibat bullying. Kepala sekolah tempat ARO menempuh pendidikan resmi dinonaktifkan.

Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran, menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah sudah jelas jika ada kasus bullying, maka kepala sekolah harus bertanggung jawab atau anak pelaku harus dipindahkan dari Subang.

“Dan hari ini, saya buktikan. Kepala sekolah tersebut saya nonaktifkan hingga proses pemberkasan pemeriksaan selesai,” ujar Imran usai mengunjungi RSUD Ciereng Subang pada Senin (25/11/2024) malam.

Imran menegaskan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Untuk itu, Pemkab Subang akan menggelar upacara khusus di sekolah ARO di Blanakan, Subang, sebagai bentuk peringatan keras.

"Saya akan mengundang orang tua korban dan semua kepala sekolah di Subang. Ini penting agar semua melihat dan belajar dari kasus ini. Jangan sampai ada korban lain,” tambahnya.

Selain itu, Imran juga meminta pihak kepolisian untuk mengambil langkah hukum yang tegas terhadap para pelaku.

Meskipun berbagai sosialisasi anti-bullying sudah dilakukan, kejadian ini menunjukkan perlunya penegakan hukum sebagai langkah selanjutnya.

Kasus ini berujung tragis. ARO, siswa yang menjadi korban bullying oleh tiga kakak kelasnya, meninggal dunia setelah dirawat intensif di ruang ICU RSUD Subang selama tiga hari.

Kepergiannya pada Senin (25/11/2024) pukul 16.10 WIB meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan masyarakat Subang.

ARO mengalami luka-luka akibat kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Kini, kasus ini menjadi sorotan besar untuk mengakhiri budaya bullying di lingkungan sekolah.

Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya peran sekolah dan masyarakat dalam mencegah perundungan.

Program edukasi anti-bullying, pengawasan ketat, serta pembinaan karakter siswa harus terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Perundungan bukan hanya masalah kecil, tetapi dapat berujung pada dampak yang sangat fatal. ***

Editor : Azril Arham
#subang #Bullying di sekolah #kekerasan di sekolah #bullying #siswa SD meninggal karena bullying