News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bullying Fatal di Subang ! Siswa SD Meninggal Akibat Cedera Otak

Azril Arham • Selasa, 26 November 2024 | 23:35 WIB
Ilustrasi Bullying
Ilustrasi Bullying

RadarBangkalan.id - Kasus meninggalnya ARO, seorang siswa kelas 3 SD berusia 9 tahun di Blanakan, Subang, Jawa Barat, menjadi perhatian publik.

Polisi menyatakan bahwa ARO meninggal dunia akibat pendarahan di otak setelah diduga mengalami perundungan oleh kakak kelasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Subang, AKP Gilang Indra Friyana Rahmat, mengungkapkan bahwa pendarahan tersebut menyebabkan tekanan yang fatal pada otak korban.

“Pendarahan yang mengakibatkan tekanan kepada otak,” ujar Gilang saat memberikan keterangan di Mapolsek Blanakan, Selasa (26/11/2024).

Saat ini, polisi telah memeriksa empat saksi untuk mendalami kasus ini. Namun, belum ada tersangka yang ditetapkan.

“Kami masih melakukan pendalaman. Semua saksi-saksi sedang diperiksa, dan informasi lebih lanjut akan kami sampaikan,” jelas Gilang.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, menegaskan bahwa kasus ini ditangani dengan sistem peradilan anak sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 dan PP Nomor 65 Tahun 2015, mengingat terduga pelaku masih berusia di bawah 12 tahun.

Selain itu, polisi juga melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas), pekerja sosial, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk menangani kasus ini secara komprehensif.

“Kami tidak tinggal diam. Kami mengecam segala bentuk kekerasan, terutama kepada anak,” tegas Ariek.

ARO sempat menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Senin (25/11/2024) pukul 16.10 WIB.

Tragedi ini berawal dari dugaan perundungan oleh tiga kakak kelasnya. Peristiwa memilukan ini mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk kembali menyoroti pentingnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Kasus ini menjadi pengingat bagi sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk lebih serius dalam menangani dan mencegah bullying.

Edukasi tentang pentingnya empati dan dampak buruk perundungan harus terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang. ***

Editor : Azril Arham
#kasus bullying bocah sd #Bullying di sekolah #bullying #kasus bullying anak #anak sd korban bully