News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Prabowo: Jadi Presiden Itu Nggak Boleh Flu, Harus Tangguh dan Kompak

Azril Arham • Jumat, 17 Januari 2025 | 01:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

RadarBangkalan.id – Dalam sambutannya pada acara Munas Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia yang digelar di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan penting tentang kepemimpinan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo melontarkan gurauan mengenai jabatan presiden, mengingatkan bahwa seorang presiden harus selalu siap dan tangguh, bahkan dalam situasi yang paling sulit.

“Jadi presiden itu nggak boleh flu,” kata Prabowo, yang membuat audiens tertawa.

Pernyataan ini menekankan pentingnya ketangguhan seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan yang datang.

Meskipun menyampaikan gurauan ringan, Prabowo tetap menekankan esensi dari persatuan dan kesatuan dalam kepemimpinan negara.

Ia menyampaikan bahwa meskipun persaingan dalam politik itu wajar, pada akhirnya Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat bersatu untuk kepentingan bangsa.

“Bersaing itu bagus, perbedaan itu biasa, tapi pada saatnya negara sekarang butuh persatuan, butuh kesatuan,” ujar Prabowo.

Di tengah suasana yang penuh semangat persaingan, Prabowo mengingatkan bahwa meskipun terdapat banyak perbedaan, para pemimpin harus tetap bersatu untuk memperjuangkan kemajuan bangsa.

Beliau juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sejumlah tokoh, antara lain Rosan Roeslani, Arsjad Rasjid, dan Andindya Bakrie, atas dedikasi mereka dalam memajukan dunia usaha di Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa dalam kepemimpinan, tidak ada posisi yang lebih penting daripada yang lain, selama tujuan bersama tercapai.

“Pemimpin harus kompak, siapa nomor 1, nomor 2, dan nomor 3 tidak masalah, nanti gantian saja,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan sikap inklusif Prabowo dalam memimpin, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berperan dalam pembangunan negara.

Namun, Prabowo juga mengingatkan dengan nada serius bahwa menjadi seorang pemimpin, terutama presiden, bukanlah tugas yang mudah.

“Semua kira mau jadi presiden enak, ya kan? Jadi presiden itu nggak boleh flu, tahu nggak?” tambah Prabowo.

Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa kepemimpinan membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang luar biasa, terutama dalam mengelola negara yang penuh tantangan.

Prabowo juga memberikan dorongan kepada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk terus menjadi penggerak utama dalam menciptakan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

Ia mengajak para pengusaha untuk berinovasi dan bekerja sama demi kemajuan ekonomi Indonesia.

“Bersaing yang bagus, tapi tidak bersaing secara mematikan, bersaing ayo sama-sama menuju kemakmuran bersama. Kita harus makmur, rakyat butuh kemakmuran, kemakmuran dipimpin oleh para pengusaha,” ujar Prabowo dengan penuh semangat.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kemakmuran negara tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran serta sektor swasta, khususnya pengusaha yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Prabowo berharap agar Kadin dapat menjadi lebih dinamis, lebih berinovasi, dan semakin mampu menciptakan peluang-peluang baru yang bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. ***

Editor : Azril Arham
#Prabowo Subianto #presiden #presiden prabowo subianto #prabowo