Radarbangkalan.id - Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menjadi pemimpin aktif pertama di negara tersebut yang ditangkap penegak hukum pada Rabu, 15 Januari 2025.
Baca Juga: Tragis! Remaja 17 Tahun di Jaksel Dipaksa Layani 210 Pria Hidung Belang
Penangkapan ini merupakan puncak dari ketegangan politik yang berlangsung selama berminggu-minggu, terutama sejak Yoon berupaya memberlakukan status darurat militer pada Desember lalu.
Pemakzulan dan Tuduhan Pemberontakan
Langkah Yoon untuk memberlakukan darurat militer memicu kekacauan politik di Korea Selatan. Parlemen kemudian memakzulkannya, sementara pihak penegak hukum menjeratnya dengan tuduhan pemberontakan.
Meski telah dimakzulkan, Yoon masih berstatus Presiden Korea Selatan karena keputusan pemakzulan belum disahkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Proses Penangkapan Dramatis
Penangkapan Yoon berlangsung dini hari dalam suhu dingin di Seoul. Lebih dari 1.000 aparat penegak hukum dikerahkan untuk menangkapnya.
Pasukan keamanan presiden sempat membuat barikade untuk menghalangi proses tersebut, namun para penyidik akhirnya berhasil masuk ke kediaman Yoon menggunakan tangga dan pemotong kawat.
Dalam pesan video berdurasi tiga menit, Yoon menyatakan akan mematuhi proses hukum meskipun menegaskan bahwa surat perintah penangkapannya tidak sah.
“Saya memutuskan untuk hadir di hadapan CIO, meskipun ini adalah penyelidikan ilegal, untuk mencegah pertumpahan darah yang tidak menyenangkan,” kata Yoon.
Respons Politik yang Berbeda
Partai Kekuatan Rakyat yang mendukung Yoon mengecam penangkapan ini dan menyebutnya sebagai langkah ilegal.
Sebaliknya, oposisi dari Partai Demokrat menyatakan bahwa penangkapan tersebut adalah bukti bahwa keadilan masih hidup di Korea Selatan.
Baca Juga: Tragis! Remaja 17 Tahun di Jaksel Dipaksa Layani 210 Pria Hidung Belang
"Penangkapan ini adalah langkah pertama menuju pemulihan ketertiban konstitusi, demokrasi, dan supremasi hukum," ujar Park Chan-dae, seorang pemimpin oposisi.
Kepemimpinan Sementara dan Masa Depan Politik
Saat ini, Korea Selatan dipimpin sementara oleh Menteri Keuangan, Choi Sang-mok, setelah penjabat presiden sebelumnya, Han Duck-soo, juga dimakzulkan oleh parlemen oposisi.
Meski Yoon telah ditangkap dan akan diperiksa di Kantor Investigasi Korupsi Pejabat Tinggi (CIO), ia hanya bisa ditahan selama 48 jam kecuali pengadilan mengeluarkan surat perintah penahanan.
Respon Masyarakat yang Terpecah
Penangkapan Yoon memunculkan reaksi yang beragam di masyarakat. Kerumunan anti-Yoon menyambut gembira penangkapannya dengan sorak-sorai,
Baca Juga: Tragis! Remaja 17 Tahun di Jaksel Dipaksa Layani 210 Pria Hidung Belang
sedangkan para pendukungnya menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap supremasi hukum.
Krisis ini mencerminkan perpecahan politik yang mendalam di Korea Selatan. Meskipun Yoon telah ditangkap, para pakar menilai bahwa ini hanyalah awal dari drama politik yang belum berakhir di negara tersebut.
Editor : Ubaidillah